Walau kita berasal dari cairan hina yang keluar dari kemaluan lelaki dan perempuan, saripati tanah yang rendah terinjak dan tak berdaya.....semua lubang keluarkan kotoran, kemana pergi membawa kotoran, hidupnya saja sudah berbau apatah lagi jika sudah menjadi BANGKAI
Namun DIRI kita bukan sekedar daging yang berjalan.....kita adalah *RUH* yang berasal dari *RUH* - NYA, Tubuh yang memiliki jiwa, makhluk bumi sekaligus makhluk langit tak sepantasnya sombong tak pula pantas berendah diri kecuali kepada NYA
Tidaklah ada yang mengerti hakikat RUH kecuali Yang Menciptakan *nya*. Simaklah ayat berikut :
"Dan mereka bertanya kepadamu tentang RUH, katakanlah RUH itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". (Qs. Al Israa" 17 : 85)
Urusan ALLAH yang diberitahukan kepada kita manusia yang sedikit itu diantaranya adalah :
"Maka apabila telah KU sempurnakan kejadiannya, dan KU tiupkan RUH-KU, maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya" . (Qs. Shaad 38 : 72)
"Kemudian DIA menyempurnakan dan meniupkan ke dalam tubuhnya RUH NYA dan DIA menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur" (Qs. As Sajdah : 9)
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan ALLAH mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) : "Bukankah AKU ini Tuhanmu?" Mereka menjawab : "Betul! (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi!". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan : "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (Ke- Esaan Tuhan)". (Qs. Al A'raaf 7 : 172)
Silahkan membuka tafsirnya dari kitab mana saja yang Anda suka, sebagai bahan renungan....
ketika jasad masih dalam proses RUH telah berdialog dengan Tuhannya
( _ingatlah peristiwa dasyat ini_ )
ketika jasad tertidur RUH tetap terjaga,
Bahkan ketika jasad terkubur RUH berdialog dengan malaikat dan mendengar salam dan jejak kaki penziarah!
RUH dan JASAD kita berpisah saat kematian datang, dan bersatu kembali saat kiamat tiba!
Bicaralah pada NYA, panggillah DIA dengan berendah diri dan penuh kelembutan, ingatlah DIA dalam keramaian dan kesunyian (ingat, karena kita memang pernah bertemu dan menyaksikan NYA!
Ikhwan fiLLAH kita telah berdialog dengan ALLAH tanpa bibir, melihat dan mendengarnya tanpa mata....Ini adalah peristiwa agung yang harus kita ingat selalu... IHSAN rukun Taqwa pertama adalah melihat ALLAH (1) IMAN (6) adalah rukun Taqwa yang kedua ISLAM (5) adalah rukun Taqwa yg ketiga ( *165* ) apakah suatu kebetulan? ALLAHUa'lam
umara & ulama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar