Membaca adalah "membuka jendela dunia". Iqra' adalah kata pertama yang diwahyukan kepada Rasullah SAW. Pengetahuan kita dapat dengan banyak membaca, berdiskusi, menulis serta aplikasi kita di kehidupan. 3 yang perlu diamalkan untuk kesuksesan ilmu. *Muthola'ah *Muraja'ah *Mudzakkarah

Asalan

Sekolah

Jalil Ibnu Ahmad Alaydrus

Tampilkan postingan dengan label ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Januari 2018

MATEMATIKA KEHIDUPAN



          Dosa Jangan di ➕ 
          Amal Jangan di ➖
          Cinta Jangan di ➗
          Hidup hanya   1  ❌ 

๐ŸŒบ *Gugur Bunga karena* Layu..
๐Ÿ‘ป *Gugur Iman karena* Nafsu..
๐Ÿ’ž *Gugur Cinta karena* Cemburu..

๐Ÿ˜‚ *Tertawa karena* 
                 Bahagia
๐Ÿ˜ญ *Menangis karena*
                 Derita
๐Ÿ’€ *Bertobat karena*   
                 Dosa
๐Ÿ™ *Beribadah karena*
                 Iman

๐Ÿ’” *Hidup tanpa Cinta*
         Pasti Hampa
๐Ÿ’ฐ *Hidup gila Harta*
         Pasti Celaka
๐Ÿ˜“☠ *Hidup penuh Dosa*
         Akan Binasa
๐Ÿ˜Š *Hidup Bersyukur*
        Akan Bahagia

*Hiduplah tiap hari seperti Matematika:*
*1. Mengalikan (x)*
     *_keGembiraan_* 
*2. Mengurangi (-)*
     *_keSedihan_*
*3. Menambahkan (+)*
     *_Semangat_*
*4. Membagi ( : )*
     *_keBahagiaan_*
*5. Meng-kuadratkan*
     *_Kasih Sayang_*
     *_antar sesama_*

*Ada 3 hal dalam hidup yang tidak bisa kembali:*
⏰1. Waktu 
๐Ÿ’‹2. Ucapan 
⌛3. Kesempatan   
*Jagalah itu, jangan sampai menyesal karenanya...*

*Ada 3 hal yang dapat menghancurkan hidup seseorang:*
๐Ÿ‘น1. Amarah   
๐Ÿ˜2. Keangkuhan 
๐Ÿ‘ฟ3. Dendam 
*Hindarilah ia selalu..*

*Ada 3 hal yang tidak boleh hilang*
๐Ÿ’™1. Harapan 
๐Ÿ’›2. Keikhlasan 
❤3. Kejujuran 
*Peliharalah ketiganya..*

*Ada 3 hal yang paling berharga*
๐Ÿ’ž1. Kasih Sayang
๐Ÿ’—2. Cinta   
๐Ÿ’3. Kebaikan 
*Pupuklah itu semua..*

*Ada 3 hal dalam hidup yang tidak pernah pasti*
1. Kekayaan 
2. Kejayaan 
๐Ÿค”3. Mimpi   
*Jangan terobsesi karenanya..*

*Ada 3 hal yang dapat membentuk watak seseorang*
☝1. Komitmen         
✌2. Ketulusan         
๐Ÿ‘Œ3. Kerja Keras       
*Upayakanlah sekuatnya..*

*Ada 3 hal yang membuat kita sukses*
๐Ÿ‘1. Tekad         
๐Ÿ‘2. Kemauan       
๐Ÿ‘3. Fokus
*Usahakan dengan sungguh-sungguh..*

*Ada 3 hal yang tidak pernah kita tahu*
๐Ÿ‘1. Rejeki         
๐Ÿ‘2. Umur
๐Ÿ‘3. Jodoh   
*Semuanya itu diatur oleh Allah.


*TAPI, ada 3 hal dalam hidup yang PASTI*
1. Tua   
2. Sakit   
3. Kematian 
*Persiapkanlah dengan sebaik-baiknya

Sabtu, 13 Januari 2018

Bayi yang tertukar

BAYI TERTUKAR

SUNGGUH AL-QUR'AN SUDAH PUNYA JAWABANNYA

rahasia subuh

SHALAT SUBUH SUNGGUH ISTIMEWA

1. *SHALAT SHUBUH MENJADI TAMENG DARI NERAKA.*

_Rasulullaah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallaam bersabda :_

ู„ุง ูŠู„ุฌُ ุงู„ู†ุงุฑَ ู…ู† ุตู„ู‰ ู‚ุจู„ ุทู„ูˆุนِ ุงู„ุดู…ุณِ ูˆู‚ุจู„ ุบุฑูˆุจู‡ุง

_"Tidaklah akan masuk neraka orang yg melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh) & shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat ashar)."_
*(H.R. Muslim no. 634)*

2. *SHALAT SHUBUH SALAH SATU PENJAMIN SURGA.*

_Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallaam bersabda :_

ู…َู† ุตู„َّู‰ ุงู„ุจุฑุฏَูŠู†ِ ุฏุฎَู„ ุงู„ุฌู†ุฉَ .

_"Barangsiapa yg mengerjakan shalat bardain (shalat shubuh & ashar) maka dia akan masuk surga."_
*(HR Bukhari, 574 - Muslim, 635).*

3. *SHALAT SHUBUH DAPAT PAHALA SEPERTI SHOLAT SEMALAMAN.*

_Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallaam bersabda :_

ู…ู† ุตู„ู‰ ุงู„ุนุดุงุกَ ููŠ ุฌู…ุงุนุฉٍ ููƒุฃู†ู…ุง ู‚ุงู… ู†ุตูَ ุงู„ู„ูŠู„ِ . ูˆู…ู† ุตู„ู‰ ุงู„ุตุจุญَ ููŠ ุฌู…ุงุนุฉٍ ููƒุฃู†ู…ุง ุตู„ู‰ ุงู„ู„ูŠู„َ ูƒู„َّู‡ُ

_“Barangsiapa yg shalat isya' berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yg shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya."_
*(HR Muslim. 656)*

4. *SHALAT SHUBUH MENDAPAT JAMINAN KESELAMATAN.*

_Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallaam bersabda :_

ู…ู† ุตู„ู‰ ุงู„ุตุจุญَ ูู‡ูˆ ููŠ ุฐู…ุฉِ ุงู„ู„ู‡ِ . ูู„ุง ูŠุทู„ุจู†َّูƒู… ุงู„ู„ู‡ُ ู…ู† ุฐู…ุชِู‡ ุจุดูŠٍุก ููŠُุฏุฑูƒُู‡ ููŠูƒุจَّู‡ُ ููŠ ู†ุงุฑِ ุฌู‡ู†ู…َ

_"Barangsiapa yg shalat shubuh maka dia berada dalam jaminan Alloh. Oleh karena itu jangan sampai Alloh menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya._
_Karena siapa yg Alloh menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Alloh pasti akan menemukannya, & akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahanam."_
*(HR Muslim, 163)*

5. *BERCAHAYA DI HARI KIAMAT.*

_Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallaam bersabda :_

_"Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yg banyak berjalan dalam kegelapan (Isya' dan Shubuh) menuju Masjid, dengan cahaya yg sangat terang pada hari Kiamat kelak."_
*(HR Ibnu Majah - Tirmidzi).*

_Rasulullah Shollallaahu 'Alaihi Wa Sallaam bersabda :_

ู…َู†ْ ุบَุฏَุง ุฅِู„َู‰ ุงู„ْู…َุณْุฌِุฏِ ุฃَูˆْ ุฑَุงุญَ ุฃَุนَุฏَّ ุงู„ู„ู‡ُ ู„َู‡ُ ูِูŠ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ู†ُุฒُู„ุงً ูƒُู„َّู…َุง ุบَุฏَุง ุฃَูˆْ ุฑَุงุญَ

_“Barangsiapa menuju masjid pada waktu pagi hari atau sore hari maka Alloh akan memberikan jamuan hidangan baginya di surga pada setiap pagi dan sore.”_
*(HR. Al-Bukhari, 148 dan Muslim, 669)*

6. *SHALAT SHUBUH LEBIH BAIK DARI DUNIA DAN ISINYA.*

_Hal ini berdasarkan keutamaan shalat sunnah rawatib yg mengiringi shalat shubuh adalah lebih baik dari dunia & seisinya, apalagi shalat shubuh yg fardhu, maka lebih utama lagi darinya._

_Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallaam bersabda :_

ุฑูƒุนุชุง ุงู„ูุฌุฑِ ุฎูŠุฑٌ ู…ู† ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆู…ุง ููŠู‡ุง

_"Dua rakaat shalat shubuh itu lebih baik dari dunia beserta isinya."_
*(HR Muslim - Ahmad)*

7. *PARA MALAIKAT MENYAKSIKAN.*

_Allah berfirman :_

ุฃู‚ู… ุงู„ุตู„ุงุฉ ู„ุฏู„ูˆูƒ ุงู„ุดู…ุณ ุฅู„ู‰ ุบุณู‚ ุงู„ู„ูŠู„ ูˆู‚ุฑุขู† ุงู„ูุฌุฑ ุฅู† ู‚ุฑุขู† ุงู„ูุฌุฑ ูƒุงู† ู…ุดู‡ูˆุฏุง.

_"Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam & (dirikanlah pula shalat) Shubuh._ _Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan (oleh malaikat)."_
*(Al-Isra' 78)*

_Rasulullah bersabda :_

_"Dan para malaikat malam & malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (shubuh)."_
*(HR Bukhari, 137 - Muslim. 632)*

8. *SHALAT SHUBUH TOLOK UKUR KEIMANAN.*

_Untuk mengukur kadar keimanan seseorang tidak perlu sulit-sulit, cukup mengukurnya dengan shalat subuh untuk mengetahui apakah dirinya termasuk jujur dalam beriman ataukah berdusta, apakah ia beriman di atas keikhlasan ataukah riya._

_Rasulullah bersabda :_

ุฃุซู‚ู„ُ ุงู„ุตู„ุงุฉِ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ู†ุงูู‚ูŠู†َ ุตู„ุงุฉُ ุงู„ุนุดุงุกِ ูˆุตู„ุงุฉُ ุงู„ูุฌุฑِ ูˆู„ูˆ ูŠุนู„ู…ูˆู†َ ู…ุง ููŠู‡ู…ุง ู„ุฃَุชَูˆْู‡ُู…ุง ูˆู„ูˆ ุญَุจْูˆًุง

_“Shalat terberat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya’ & subuh._
_Padahal seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak .”_
*(HR.Ahmad, disahihkan Al-Albany dalam Al-Irwa’ 2/246)*

9. *SHALAT SHUBUH MENDATANGKAN KENIKMATAN MELIHAT WAJAH ALLOH.*

_Shalat subuh akan mendatangkan nikmat berupa bisa melihat wajah Alloh yg mulia._

_Dari Jarir bin Abdullah berkata :_

ูƒُู†َّุง ุฌู„ูˆุณًุง ุนู†ุฏ ุฑุณูˆู„ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุตู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนู„ูŠู‡ِ ูˆุณู„َّู…َ . ุฅุฐ ู†ุธุฑ ุฅู„ู‰ ุงู„ู‚ู…ุฑِ ู„ูŠู„ุฉَ ุงู„ุจุฏุฑِ ูู‚ุงู„ ุฃู…ุง ุฅู†ูƒู… ุณุชَุฑَูˆู†َ ุฑุจَّูƒู… ูƒู…ุง ุชุฑูˆู† ู‡ุฐุง ุงู„ู‚ู…ุฑَ . ู„ุง ุชُุถุงู…ُูˆู† ููŠ ุฑُุคูŠุชู‡ِ . ูุฅู†ِ ุงุณุชุทุนุชُู… ุฃู† ู„ุง ุชُุบู„َุจูˆุง ุนู„ู‰ ุตู„ุงุฉٍ ู‚ุจู„َ ุทู„ูˆุนِ ุงู„ุดู…ุณِ ูˆู‚ุจู„َ ุบุฑูˆุจِู‡ุง ูŠุนู†ูŠ ุงู„ุนุตุฑَ ูˆุงู„ูุฌุฑَ . ุซู… ู‚ุฑุฃ ุฌุฑูŠุฑٌ : )ูˆَุณَุจِّุญْ ุจِุญَู…ْุฏِ ุฑَุจِّูƒَ ู‚َุจْู„َ ุทُู„ُูˆุนِ ุงู„ุดَّู…ْุณِ ูˆَู‚َุจْู„َ ุบُุฑُูˆุจِู‡َุง )

_“Kami pernah duduk-duduk disamping Rasulullah._
_Tatkala beliau melihat rembulan pada malam purnama, lalu beliau bersabda, ”Kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat rembulan ini._ _Yaitu kalian tidak tidak berdesak-desakan melihatnya._ _Jika kalian mampu tidak terlengahkan dari shalat sebelum terbit matahari (shalat Shubuh) & shalat sebelum tenggelam matahari yaitu shalat Ashar._
_Kemudian Jarir membaca ayat,” & bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari & sebelum terbenamnya_ *(Thaaha:130)*
*(HR Muslim, 633)*

10. *SHALAT SHUBUH ADALAH KUNCI KEMENANGAN.*

_Shalat shubuh adalah kunci kemenangan. Diantara strategi perang Rasulullah ketika menyerbu musuh adalah menunggu datangnya waktu shubuh sehingga Alloh memberikan kemenangan kepada beliau. Dari Ma’qol beliau berkata, “Bahwa Rasulullah apabila hendak menyerbu suatu kaum, beliau menundanya hingga tiba waktu shubuh.”_ *(HR Bukhari)*

_Dikisahkan pasca meletusnya perang Mesir-Israel tahun 1973 ada seorang tentara Mesir yg mengajak berbicara tentara Yahudi yg paham bahasa Arab. Tentara Mesir itu berkata, “Demi Alloh, kami akan memerangi & mengalahkan kalian sampai ada di antara kalian yg bersembunyi di balik pohon & batu, kemudian pohon dan batu itu mengatakan, ’hai hamba Alloh, hai Muslim, ini ada Yahudi di belakangku, kemari & bunuhlah dia. ’Tentara Yahudi menjawab, ”Semua itu tidak akan terjadi sebelum shalat shubuh kalian sama dengan shalat Jum'at.”_

_Maasyaa Alloh...._
_Inilah keistimewaan yg tersembunyi dibalik shalat shubuh._
_Sungguh merugilah kita yg telah sengaja meninggalkan serta melalaikannya._

YaAllah semua umat Islam seluruh Dunia masukkanlah keSurgamu tanpa Hisaf dengan Rahmadmu Aamiin.

dalil natal

Salut! PCNU Pasuruan Akan Pecat Banser Yang Jaga Gereja, Ini Dalil Keharamannya*

NUGarisLurus.Com – Pengurus Cabang NU Pasuruan, Jawa Timur dikabarkan mengancam akan memecat banser yang tetap bersikukuh menjaga gereja saat natalan tahun ini. Informasi ini disampaikan Dewan Pakar Aswaja NU Jatim KH. Muhammad Idrus Ramli melalui facebooknya.

“Bangga dengan PCNU Pasuruan, BANSER yang ikut menjaga gereja akan dipecat, “ujar Kiai Idrus Ramli, Kamis, (22/12).

Selain menyampaikan info tersebut, Kiai Idrus juga merinci secara indah dalil keharaman membantu acara natalan.

DALIL KEHARAMAN MEMBANTU ACARA NATALAN

Pada masa Jahiliyah, di Madinah ada berhala bernama Zur. Setiap tahun, orang-orang musyrik mengadakan hari raya keagamaan di area patung tersebut selama satu minggu. Setelah Islam datang, ketika orang-orang musyrik mengadakan hari raya keagamaan, para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melewati tempat itu mereka menjaga kehormatan diri mereka dengan tidak melihat patung dan orang-orang yang ada di situ. Sikap para sahabat tersebut direspon dan dipuji oleh Allah dalam al-Qur’an ayat:

ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ู„ุงَ ูŠَุดْู‡َุฏُูˆู†َ ุงู„ุฒُّูˆุฑَ ูˆَุฅِุฐَุง ู…َุฑُّูˆุง ุจِุงู„ู„َّุบْูˆِ ู…َุฑُّูˆุง ูƒِุฑَุงู…ًุง (72)

“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan zur (kepalsuan), dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS al-Furqan : 72).

Ayat di atas membicarakan tentang sifat-sifat orang-orang yang beriman kepada Allah yang disebut dengan ‘ibadurrahman (hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih). Di antara sifat mereka adalah tidak menyaksikan, tidak menghadiri dan tidak mendatangi zur atau kepalsuan. Demikian penjelasan Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih dan dikutip oleh al-Hafizh Jalaluddin al-Suyuthi dalam tafsirnya al-Durr al-Mantsur. Oleh karena itu, para ulama salaf menafsirkan ayat di atas dengan penafsiran beragam secara redaksional, akan tetapi kemiliki kesatuan dalam pengertian.

Dalam satu riwayat, Ibnu Abbas dan al-Dhahhak, menafsirkan ayat tersebut, dengan arti tidak menghadiri acara-acara hari raya orang-orang Musyrik. Lebih tegas lagi, penafsiran Imam Qatadah:

ูˆَุฃุฎุฑุฌ ุนุจุฏ ุจู† ุญู…ูŠุฏ ูˆَุงุจْู† ุฃุจูŠ ุญَุงุชِู… ุนَู† ู‚َุชَุงุฏَุฉ ุฑَุถِูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนَู†ู‡ُ {ูˆَุงู„َّุฐูŠู† ู„ุงَ ูŠุดْู‡ุฏُูˆู†َ ุงู„ุฒُّูˆุฑ} ู‚َุงู„َ: ู„ุงَ ูŠุณุงุนุฏูˆู† ุฃู‡ู„ ุงู„ْุจَุงุทِู„ ุนู„ู‰ ุจุงุทู„ู‡ู… ูˆَู„ุงَ ูŠู…ุงู„ุคู†ู‡ู… ูِูŠู‡ِ

Abd bin Humaid dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Qatadah radhiyallaahu ‘anhu: “(Dan orang-orang yang tidak menyaksikan zur (kepalsuan)”. Qatadah berkata: “Mereka tidak membantu pengikut kebatilan atas kebatilan mereka dan tidak menolong mereka dalam hal kebatilan tersebut.” (Al-Suyuthi, al-Durr al-Mantsur, juz 6 hlm 282-283).

ูˆุฃุฎุฑุฌ ุฃุจูˆ ุงู„ู‚ุงุณู… ุงู„ู„ุงู„ูƒุงุฆูŠ ุนَู†ْ ุนَู…ْุฑِูˆ ุจْู†ِ ู…ُุฑَّุฉَ: {ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ู„ุงَ ูŠَุดْู‡َุฏُูˆู†َ ุงู„ุฒُّูˆุฑَ} [ุงู„ูุฑู‚ุงู†: 72] ู‚َุงู„َ: ู„ุงَ ูŠُู…َุงู„ِุฆُูˆู†َ ุฃَู‡ْู„َ ุงู„ุดِّุฑْูƒِ ุนَู„َู‰ ุดِุฑْูƒِู‡ِู…ْ ูˆَู„ุงَ ูŠُุฎَุงู„ِุทُูˆู†َู‡ُู…ْ.

Abu al-Qasim al-Lalaka’i meriwayatkan dari Amr bin Murrah (ulama salaf): “(Dan orang-orang yang tidak menyaksikan kepalsuan) maksudnya tidak membantu orang-orang musyrik atas kesyirikan mereka dan tidak bergabung dengan mereka.” (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Ahkam Ahl al-Dzimmah, juz 3 hlm 1245).

Dari beberapa versi penafsiran ulama salaf di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa ketika orang-orang Musyrik mengadakan hari raya keagamaan, maka orang-orang beriman yang selalu mengharapkan kasih sayang Allah, tidak akan menghadiri, menonton dan membantu acara keagamaan tersebut. Secara tidak langsung, ayat di atas menjadi larangan bagi kaum beriman untuk menghadiri, melihat dan membantu acara hari raya kaum musyrik. Pertanyaannya sekarang adalah, larangan menghadiri, menyaksikan, menonton dan membantu acara hari raya keagamaan agama lain di atas, apakah bersifat makruh saja, atau justru haram?

Jawaban dari pertanyaan di atas, akan dapat diketahuhi dengan mudah apabila kita mengetahui alasan pelarangan tersebut. Dalam konteks ini, al-Imam Fakhruddin al-Razi ketika menafsirkan ayat di atas memberikan penjelasan sebagai berikut:

ุงู„ุฒُّูˆุฑُ ูŠَุญْุชَู…ِู„ُ ุฅِู‚َุงู…َุฉَ ุญُุถُูˆุฑَ ูƒُู„ِّ ู…َูˆْุถِุนٍ ูŠَุฌْุฑِูŠ ูِูŠู‡ِ ู…َุง ู„ุงَ ูŠَู†ْุจَุบِูŠ ูˆَูŠَุฏْุฎُู„ُ ูِูŠู‡ِ ุฃَุนْูŠَุงุฏُ ุงู„ْู…ُุดْุฑِูƒِูŠู†َ ูˆَู…َุฌَุงู…ِุนُ ุงู„ْูُุณَّุงู‚ِ، ู„ุฃَู†َّ ู…َู†ْ ุฎَุงู„َุทَ ุฃَู‡ْู„َ ุงู„ุดَّุฑِّ ูˆَู†َุธَุฑَ ุฅِู„َู‰ ุฃَูْุนَุงู„ِู‡ِู…ْ ูˆَุญَุถَุฑَ ู…َุฌَุงู…ِุนَู‡ُู…ْ ูَู‚َุฏْ ุดَุงุฑَูƒَู‡ُู…ْ ูِูŠ ุชِู„ْูƒَ ุงู„ْู…َุนْุตِูŠَุฉِ، ู„ุฃَู†َّ ุงู„ْุญُุถُูˆุฑَ ูˆَุงู„ู†َّุธَุฑَ ุฏَู„ِูŠู„ُ ุงู„ุฑِّุถَุง ุจِู‡ِ، ุจَู„ْ ู‡ُูˆَ ุณَุจَุจٌ ู„ِูˆُุฌُูˆุฏِู‡ِ ูˆَุงู„ุฒِّูŠَุงุฏَุฉِ ูِูŠู‡ِ، ู„ุฃَู†َّ ุงู„َّุฐِูŠ ุญَู…َู„َู‡ُู…ْ ุนَู„َู‰ ูِุนْู„ِู‡ِ ุงุณْุชِุญْุณَุงู†ُ ุงู„ู†َّุธَّุงุฑَุฉِ ูˆَุฑَุบْุจَุชُู‡ُู…ْ ูِูŠ ุงู„ู†َّุธَุฑِ ุฅِู„َูŠْู‡ِ.

“Kata zur dalam ayat tersebut berkemungkinan menghadiri setiap tempat yang terjadi sesuatu yang tidak patut, dan masuk pula di dalamnya hari raya orang-orang musyrik dan tempat perkumpulan orang-orang fasiq. Karena orang yang bergabung dengan orang-orang yang buruk, melihat perbuatan mereka, dan menghadiri perkumpulan mereka berarti benar-benar ikut andil dengan mereka dalam kemaksiatan tersebut. Karena menghadiri dan menyaksikan termasuk bukti kerelaan terhadapnya. Bahkan menghadiri dan memandang merupakan sebab keberadaan dan perkembangannya. Karena suatu hal yang mendorong mereka untuk melakukannya adalah anggapan baik menonton dan keinginan mereka menyaksikannya.” (Al-Imam al-Razi, al-Tafsir al-Kabir wa Mafatih al-Ghaib, juz 24 hlm 98-99).

Dalam paparan al-Imam al-Razi di atas dijelaskan, bahwa larangan menghadiri, menonton, melihat dan membantu hari raya orang-orang musyrik, karena hal tersebut menjadi bukti kerelaan terhadap kemaksiatan dan kesyirikan. Sedangkan rela terhadap kemaksiatan adalah maksiat. Sebagaimana rela terhadap kekufuran adalah kufur. Al-Imam Ibnu Hajar al-Haitami, menyampaikan kaedah baku dalam madzhab Syafi’i sebagai berikut:

ุงَู„ุฑِّุถَุง ุจِุงู„ْูƒُูْุฑِ ูƒُูْุฑٌ ูˆَู„َูˆْ ุถِู…ْู†ًุง

“Rela terhadap kekafiran adalah kafir, meskipun kerelaan tersebut bersifat implisit.” (Ibnu Hajar al-Haitami, al-I’lam bi-Qawathi’ al-Islam, hlm 133).

Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan, bahwa larangan menghadiri, menonton dan membantu acara hari raya orang-orang musyrik adalah haram. Bahkan termasuk bukti kerelaan terhadap kekafiran yang hukumnya adalah kafir. Oleh karena itu, para ulama telah berijma’ tentang keharaman menghadiri, menonton dan membantu acara hari raya orang-orang musyrik. Dalam konteks ini Syaikh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah al-Hanbali berkata:

ุญُูƒْู…ُ ุญُุถُูˆุฑِ ุฃَุนْูŠَุงุฏِ ุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ْูƒِุชَุงุจِ … ู„ุงَ ูŠَุฌُูˆุฒُ ู„ِู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ ู…ُู…َุงู„ุฃَุชُู‡ُู…ْ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَู„ุงَ ู…ُุณَุงุนَุฏَุชُู‡ُู…ْ ูˆَู„ุงَ ุงู„ْุญُุถُูˆุฑُ ู…َุนَู‡ُู…ْ ุจِุงุชِّูَุงู‚ِ ุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ْุนِู„ْู…ِ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ู‡ُู…ْ ุฃَู‡ْู„ُู‡ُ.

“Hukum menghadiri hari raya Ahlul-Kitab (Yahudi dan Nasrani) … Kaum Muslimin tidak boleh membantu mereka, memberikan pertolongan dan hadir bersama mereka berdasarkan kesepakatan ahli ilmu agama yang memang ahli di bidangnya.” (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Ahkam Ahl al-Dzimmah, juz 3 hlm 1245).

Kemudian beliau mengutip pernyataan seorang ulama madzhab Syafi’i, yaitu al-Imam al-Hafizh Abu al-Qasim Hibatullah bin al-Hasan bin Manshur al-Thabari al-Syafi’i yang berkata:

ูˆَู„ุงَ ูŠَุฌُูˆุฒُ ู„ِู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ ุฃَู†ْ ูŠَุญْุถُุฑُูˆุง ุฃَุนْูŠَุงุฏَู‡ُู…ْ؛ ู„ุฃَู†َّู‡ُู…ْ ุนَู„َู‰ ู…ُู†ْูƒَุฑٍ ูˆَุฒُูˆุฑٍ، ูˆَุฅِุฐَุง ุฎَุงู„َุทَ ุฃَู‡ْู„ُ ุงู„ْู…َุนْุฑُูˆูِ ุฃَู‡ْู„َ ุงู„ْู…ُู†ْูƒَุฑِ ุจِุบَูŠْุฑِ ุงْู„ุฅِู†ْูƒَุงุฑِ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ูƒَุงู†ُูˆุง ูƒَุงู„ุฑَّุงุถِูŠู†َ ุจِู‡ِ ุงู„ْู…ُุคْุซِุฑِูŠู†َ ู„َู‡ُ، ูَู†َุฎْุดَู‰ ู…ِู†ْ ู†ُุฒُูˆู„ِ ุณُุฎْุทِ ุงู„ู„ู‡ِ ุนَู„َู‰ ุฌَู…َุงุนَุชِู‡ِู…ْ ูَูŠَุนُู…ُّ ุงู„ْุฌَู…ِูŠุนَ، ู†َุนُูˆุฐُ ุจِุงู„ู„ู‡ِ ู…ِู†ْ ุณُุฎْุทِู‡ِ.

“Kaum Muslimin tidak boleh menghadiri hari raya mereka, karena sesungguhnya mereka berada pada kemungkaran dan kepalsuan. Apabila orang-orang baik bergabung dengan orang-orang yang melakukan kemungkaran dengan tanpa mengingkari kemungkaran tersebut, maka berarti mereka seperti orang-orang yang rela terhadap kemunkaran tersebut dan bahkan mengutamakan kemungkaran itu. Kami mengkhawatirkan turunnya murka Allah kepada perkumpulan mereka, maka kemurkaan itu akan merata kepada semuanya. Kami berlindung kepada Allah dari kemurkaan-Nya.”

Al-Imam al-Baihaqi meriwayatkan beberapa pernyataan kaum salaf tentang larang menghadiri hari raya orang-orang musyrik sebagai berikut:

ุนَู†ْ ุนَุทَุงุกِ ุจْู†ِ ุฏِูŠู†َุงุฑٍ ู‚َุงู„َ ู‚َุงู„َ ุนُู…َุฑُ ุฑَุถِู‰َ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ : ู„ุงَ ุชَุนَู„َّู…ُูˆุง ุฑَุทَุงู†َุฉَ ุงู„ุฃَุนَุงุฌِู…ِ ูˆَู„ุงَ ุชَุฏْุฎُู„ُูˆุง ุนَู„َู‰ ุงู„ْู…ُุดْุฑِูƒِูŠู†َ ูِู‰ ูƒَู†َุงุฆِุณِู‡ِู…ْ ูŠَูˆْู…َ ุนِูŠุฏِู‡ِู…ْ ูَุฅِู†َّ ุงู„ุณُّุฎْุทَุฉَ ุชَู†ْุฒِู„ُ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ.

“Atha’ bin Dinar berkata: “Umar radhiyallaahu ‘anhu berkata: “Janganlah kalian mempelajari bahasa kaum Ajam, dan jangan memasuki gereja-gereja orang-orang musyrik pada hari raya mereka, karena kemurkaan akan turun pada mereka.”

ุนُู…َุฑَ ุจْู†َ ุงู„ْุฎَุทَّุงุจِ ุฑَุถِู‰َ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ู‚َุงู„َ : ุงุฌْุชَู†ِุจُูˆุง ุฃَุนْุฏَุงุกَ ุงู„ู„ู‡ِ ูِู‰ ุนِูŠุฏِู‡ِู…ْ.

“Umar bin al-Khaththab radhiyallaahu ‘anhu berkata: “Jauhilah musuh-musuh Allah dalam hari raya mereka.”

ุนَู†ْ ุนَุจْุฏِ ุงู„ู„ู‡ِ ุจْู†ِ ุนَู…ْุฑٍูˆ ู‚َุงู„َ : ู…َู†ْ ุจَู†َู‰ ุจِุจِู„ุงَุฏِ ุงู„ุฃَุนَุงุฌِู…ِ ูˆَุตَู†َุนَ ู†َูŠْุฑُูˆุฒَู‡ُู…ْ ูˆَู…ِู‡ْุฑَุฌَุงู†َู‡ُู…ْ ูˆَุชَุดَุจَّู‡َ ุจِู‡ِู…ْ ุญَุชَّู‰ ูŠَู…ُูˆุชَ ูˆَู‡ُูˆَ ูƒَุฐَู„ِูƒَ ุญُุดِุฑَ ู…َุนَู‡ُู…ْ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ.

“Abdullah bin Amr berkata: “Barangsiapa yang membangun rumah di negeri-negeri Ajami, mengadakan acara tahun baru mereka dan festifal mereka, dan menyerupai mereka hingga mati dalam keadaan demikian, maka akan dikumpulkan bersama mereka pada hari kiamat.” (Al-Baihaqi, al-Sunan al-Kubra juz 9 hlm 392).

Kesimpulan dari paparan di atas, menghadiri, melihat, menonton dan membantu acara hari raya orang-orang musyrik, Yahudi, Nasrani dan lain-lain hukumnya adalah haram dan termasuk bukti kerelaan terhadap kemaksiatan. Rela terhadap kemaksiatan adalah maksiat. Rela terhadap kekafiran adalah kafir.

Tulisan ini tidak dibuat sebagai bentuk kebencian kepada saudara-saudaraku yang ingin menjaga kegiatan natalan. Tetapi tulisan ini dibuat sebagai kasih sayang dan menginginkan semuanya tetap dalam koridor ajaran Islam Ahlussunnah Wal-Jamaah yang disebarkan oleh para pendahulu di tanah air. Wallahu a’lam.

tidur tak tuntang

Nama-nama tidur siang sesuai waktu dan dampaknya

(FAEDAH) Dari Syi'ir Al-Imam Al'Allamah Muhammad Bin Muhammad AlMuqdisy As-Syafi'i Rahimahullah;

orang yang beriman yang cerdas

orang yang beriman yang  cerdas

Cerdasnya orang2 yg beriman adalah, dia  mampu mengolah hidupnya yg sesaat dan yg sekejap ini untuk hidup yg panjang..
Karena hakikatnya Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup.

Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Karena, mati adalah pintu berjumpa dengan ALLAH SWT. Mati bukanlah akhir cerita dalam hidup, tapi mati adalah awal
cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketaqwaan.

Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:
.
.
●Pertama, *Tahajjud*
 karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.
.
●Kedua,
*Membaca Al-Qur’an* sebelum terbit matahari. Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.
.
●Ketiga,
*Jangan tinggalkan masjid* terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan ALLAH yg memanggil orang beriman untuk memakmurkan masjid ALLAH.
.
●Keempat,
*Jaga Shalat Dhuha* karena kunci rezeki terletak pada shalat dhuha
.
●Kelima,
*Bersedekah setiap hari*. ALLAH menyukai orang yg suka bersedekah, dan malaikat ALLAH selalu mendoakan kepada orang yg bersedekah setiap hari.
.
●Keenam
*Jaga wudhu terus menerus* karena ALLAH menyayangi hamba yg berwudhu.
Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, “Orang yg selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu shalat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, "ampuni dosanya dan sayangi dia Yaa ALLAH....
.
●Ketujuh,
*Amalkan istighfar setiap saat*.
Dengan istighfar masalah yg terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh ALLAH SWT.       

*Tiga doa yang janganlah kau lupakan dalam sujud*

*1. Mohonlah agar diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah :*
*_AlLรขhumma innii as'aluka husnul khรขatimah_*
Artinya : "Yรข ALLAH hamba memohon kepada-MU agar menjadi orang yg husnul khotimah"

*2. Mohonlah agar kita diberikan kesempatan Taubat sebelum wafat :*
_*AlLรขhummarzuqnii taubatan nasuuhatan qoblal maรปt*_
Artinya: "Yรข ALLAH berilah kami anugerah taubat nasuha (atau sebenar²nya taubat) sebelum wafat"

*3. Mohonlah agar hati kita ditetapkan di atas Agamanya :*
_*AlLรขhumma yรขa muqollibal qulรปub tsabbit qolbii 'alรขa dรฎinika*_
Artinya: "Yรข ALLAH wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah hati kami pada agama-MU"....
Semoga bermanfaat.

Salam.....

Bahaya Riya

SENANG DIPUJI WALAUPUN PUJIAN ITU TIDAK ADA PADA DIRI NYA..”

IBLIS , SETAN dan bala tentara nya ingin agar kita selalu berbuat BAIK untuk meninggalkan yg LEBIH BAIK lagi....
Sehingga, Klo pun kita sudah berbuat BAIK maka kita di bikin BANGGA dg AMAL yg kita sudah BUAT...
Maka SIA - SIA lah semua AMAL kita HANCUR BERKEPING2 Tiada guna....
Yg ada KESOMBONGAN HASUD IRI DENGKI...dan BERBAGAI MACAM PENYAKIT HATI BERCOKOL DIDALAM DIRI....
merasa lebih baik dan tidak ada yg lebih baik kecuali dirinya sendiri....
Bangga klo PENGAJIAN...
Bangga klo baca QURAN...
Bangga klo sholat ke MESJID...
Bangga klo bangun MALAM...
Bangga klo puasa SUNNAH...
Bangga klo SEDEKAH...
Bangga klo BANTU ORANG...
Bangga klo BERDAKWAH...dll
BANGGA...BANGGA...dan BANGGA...
Naudzubillah....
Yg lebih parah lagi...
BANGGA dg jubah lebar nya, bangga dg hijab panjang nya, bangga dg cadar nya, bangga dg jenggot nya, bangga dg jidat hitam nya....
BANGGA...BANGGA...
Naudzubillah...naudzubillah...

Maka kita UMAT RASULULLAH harus benar2 bisa MEMBEDAKAN dalam BATHIN kita sendiri klo semua itu ada lah hanya TIPU DAYA mereka SETAN IBLIS LAKNATULLAH...
Jadi jangan pernah TERTIPU...!!

Sungguh SETAN itu ada 2 yaitu dari BANGSA JIN sendiri dan dari kita BANGSA MANUSIA....

sekali lagi JANGAN PERNAH TERTIPU dg PENAMPILAN...
SHARE KATA2 yg ISLAMI...
SHARE VIDEO CERAMAH...
COPY PASTE dari INTERNET...
NADA DERING RELIGI...
JANGAN PERNAH TERTIPU sampai engkau benar2 mengetahui AKHLAK NYA PERBUATAN NYA sama dg apa yg IA UCAPKAN....

Sungguh sekecil apapun amal baik yg kita buat sehari2 yg WAJIB maupun yg SUNNAH adalah KARUNIA ALLAH YG MAHA BAIK yg harus dan wajib kita syukuri...
Bukan untuk di bangga2kan apalagi dipamer2kan...
Sehingga yg TAMPAK hendak lah LEBIH SEDIKIT dari pada yg TIDAK TAMPAK.....
Klo pun terpaksa TAMPAK maka ia nya pun tidak membuat kita jadi MANUSIA yg UJUB, RIYA’ , SUM’AH, KIBIR dan lain sebagainya...

KETAHUILAH keburukan2 yg ada pada DIRI KITA SENDIRI...!!
SORGA tidak bisa di beli dg AMAL justru tidak akan masuk SORGA, seseorang yg mempunyai KESOMBONGAN walaupun hanya sebesar biji sawi....

Bagaimana klo kita tiba2 ALLAH BERI SAKIT PARAH saat kita bangun pagi tadi..??
Tentulah untuk membuka mata saja kita tidak sanggup...
Makan disuapi...
Minum pakai sedotan...
Mau tidur dibaringkan pelan2...
Seluruh badan dan terasa nyeri...
Bercermin lihat wajah sendiri pun tidak nyaman...
Mandi tidak sanggup...
Wudhu’ terasa berat...
Sholat tidak khusu’...
Bagaimana tidak...??
Saat sehat saja tidak khusu’ apalagi saat sakit...??
JADI KLO HARI INI ...
ENGKAU SEHAT...
ENGKAU IBADAH...
ENGKAU BERAMAL....
IBADAH karena SYUKUR atau IBADAH Karena APA...???

INGAT..!!
ALLAH tidak butuh amal engkau yg banyak apalagi yg sedikit dipamer2kan....

Berapa kali sehari engkau tarik nafas lalu engkau ingat TUHAN MU?

Jadi jangan pernah merasa BANGGA selalu INGAT ALLAH saat BEKERJA sedangkan saat berhadapan dg ALLAH saja masih INGAT KERJAAN...$$$

Nikah Janda

KEUTAMAAN MENIKAHI JANDA
 
Adakah keutamaan menikahi janda? Ataukah lebih baik dengan gadis saja?

》Keutaman Menolong Para Janda

Dari Abu Hurairah, berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ุงู„ุณَّุงุนِูŠ ุนَู„َู‰ ุงْู„ุฃَุฑْู…َู„َุฉِ ูˆَุงู„ْู…َุณَุงูƒِูŠْู†ِ، ูƒَุงู„ْู…ُุฌَุงู‡ِุฏِ ูِูŠ ุณَุจِูŠْู„ِ ุงู„ู„ู‡ِ، ูˆَูƒَุงู„َّุฐِูŠ ูŠَุตُูˆْู…ُ ุงู„ู†َّู‡َุงุฑَ ูˆَูŠَู‚ُูˆْู…ُ ุงู„ู„َّูŠْู„َ

“Orang yang berusaha menghidupi para janda dan orang-orang miskin laksana orang yang berjuang di jalan Allah. Dia juga laksana orang yang berpuasa di siang hari dan menegakkan shalat di malam hari.”
(HR. Bukhari no. 5353 dan Muslim no. 2982)


》Termasuk dalam menolong para janda adalah dengan menikahi mereka. Namun janda manakah yang dimaksud?

Disebutkan dalam Al Minhaj Syarh Shahih Muslim (18: 93-94), ada ulama yang mengatakan bahwa “armalah” yang disebut dalam hadits adalah wanita yang tidak memiliki suami, baik ia sudah menikah ataukah belum. Ada ulama pula yang menyatakan bahwa armalah adalah wanita yang diceraikan oleh suaminya.

Ada pendapat lain dari Ibnu Qutaibah bahwa disebut armalah karena kemiskinan, yaitu tidak ada lagi bekal nafkah yang ia miliki karena ketiadaan suami. Armalah bisa disebut untuk seseorang yang bekalnya tidak ada lagi. Demikian nukilan dari Imam Nawawi.
Pendapat terakhir itulah yang penulis cendrungi.

Dari pendapat terakhir tersebut, janda yang punya keutamaan untuk disantuni adalah janda yang ditinggal mati suami atau janda yang diceraikan dan sulit untuk menanggung nafkah untuk keluarga. Adapun janda kaya, tidak termasuk di dalamnya.


》Keutamaan Menikahi Janda yang Ditinggal Mati Suami dan Memiliki Anak Yatim

Kita tahu bersama bahwa anak yatim adalah anak yang ditinggal mati ayahnya. Anak seperti inilah yang dikatakan yatim dan punya keutamaan untuk ditolong karena penanggung nafkahnya -yaitu ayahnya- sudah tiada. Jika ada yang menikahi janda karena ingin menolong anaknya, maka ia akan dapat keutamaan besar menyantuni anak yatim.

Dari Sahl ibnu Sa’ad, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,

« ุฃَู†َุง ูˆَูƒَุงูِู„ُ ุงู„ْูŠَุชِูŠู…ِ ูِู‰ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ู‡َูƒَุฐَุง » . ูˆَุฃَุดَุงุฑَ ุจِุงู„ุณَّุจَّุงุจَุฉِ ูˆَุงู„ْูˆُุณْุทَู‰ ، ูˆَูَุฑَّุฌَ ุจَูŠْู†َู‡ُู…َุง ุดَูŠْุฆًุง

“Kedudukanku dan orang yang menanggung anak yatim di surga bagaikan ini.”   [Beliau merapatkan jari telunjuk dan jari tengahnya, namun beliau regangkan antara keduanya]. (HR. Bukhari no. 5304).


》Menikahi Janda ataukah Perawan?

Walau memang menikahi perawan ada keutamaannya. Namun menikahi janda tidak boleh dipandang sebelah mata. Bahkan ada pria yang membutuhkan janda dibanding gadis perawan. Semisal seorang pria ingin mencari wanita yang lebih dewasa darinya sehingga bisa mengurus adik-adiknya. Dari Jabir bin ‘Abdillah, ia pernah berkata,

ุชَุฒَูˆَّุฌْุชُ ุงู…ْุฑَุฃَุฉً ูِู‰ ุนَู‡ْุฏِ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ูَู„َู‚ِูŠุชُ ุงู„ู†َّุจِู‰َّ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ูَู‚َุงู„َ « ูŠَุง ุฌَุงุจِุฑُ ุชَุฒَูˆَّุฌْุชَ ». ู‚ُู„ْุชُ ู†َุนَู…ْ. ู‚َุงู„َ « ุจِูƒْุฑٌ ุฃَู…ْ ุซَูŠِّุจٌ ». ู‚ُู„ْุชُ ุซَูŠِّุจٌ. ู‚َุงู„َ « ูَู‡َู„ุงَّ ุจِูƒْุฑًุง ุชُู„ุงَุนِุจُู‡َุง ». ู‚ُู„ْุชُ ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฅِู†َّ ู„ِู‰ ุฃَุฎَูˆَุงุชٍ ูَุฎَุดِูŠุชُ ุฃَู†ْ ุชَุฏْุฎُู„َ ุจَูŠْู†ِู‰ ูˆَุจَูŠْู†َู‡ُู†َّ. ู‚َุงู„َ « ูَุฐَุงูƒَ ุฅِุฐًุง. ุฅِู†َّ ุงู„ْู…َุฑْุฃَุฉَ ุชُู†ْูƒَุญُ ุนَู„َู‰ ุฏِูŠู†ِู‡َุง ูˆَู…َุงู„ِู‡َุง ูˆَุฌَู…َุงู„ِู‡َุง ูَุนَู„َูŠْูƒَ ุจِุฐَุงุชِ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ ุชَุฑِุจَุชْ ูŠَุฏَุงูƒَ »

“Aku pernah menikahi seorang wanita di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu aku bertemu dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau pun bertanya, “Wahai Jabir, apakah engkau sudah menikah?” Ia menjawab, “Iya sudah.” “Yang kau nikahi gadis ataukah janda?”, tanya Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku pun menjawab, “Janda.” Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Kenapa engkau tidak menikahi gadis saja, bukankah engkau bisa bersenang-senang dengannya?” Aku pun menjawab, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki beberapa saudara perempuan. Aku khawatir jika menikahi perawan malah nanti ia sibuk bermain dengan saudara-saudara perempuanku. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Itu berarti alasanmu. Ingatlah, wanita itu dinikahi karena seseorang memandang agama, harta, dan kecantikannya. Pilihlah yang bai

k agamanya, engkau pasti menuai keberuntungan.” (HR. Muslim no. 715)

Namun dengan catatan di sini tetap memandang janda yang punya agama yang baik, bukan sembarang janda.

Semoga bermanfaat.
Ayo para jomblo yang mau menikah, atau para pria yang ingin menambah istri lagi, silakan menimbang para janda sebagai pilihan. Para janda pun selalu menanti pertolongan kalian.


Wallaahu A'lam

HAK ALLAH

HAK ALLAH DI PAGI HARI

Rasulullah shalallahu ‘alaihiwasallam bersabda :

“ Barangsiapa yang bangun di pagi hari namun hanya DUNIA yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah dia tidak melihat hak Allah dalam dirinya.....

Maka Allah akan menanamkan 4 (empat) penyakit dalam dirinya:
1. Kebingungan yang tiada putusnya;
2. Kesibukan yang tidak ada ujungnya;
3. Kebutuhan yang tidak terpenuhi; dan
4. Keinginan yang tidak tercapai”.

( HR. Ath Thabrani).

Maka mulailah pagi harimu dengan menjaga hak Allah terlebih dahulu, dan bersyukhur karena Dia masih memberi umur dan kesempatan untuk hidup, dengan demikian Allah akan menjaga “DUNIA” mu.....

Dimulai dengan membaca doa bangun tidur:

"ุงَู„ْุญَู…ْุฏُ ِู„ู„ู‡ِ ุงู„َّุฐِู‰ ุฃَุญْูŠَุงู†َุง ุจَุนْุฏَู…َุง ุฃَู…َุงุชَู†َุง ูˆَุฅِู„َูŠْู‡ِ ุงู„ู†ُّุดُูˆุฑُ

Artinya :
"Segala puji bagi Allah yang menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan kepada Allah akan dibangkitkan."

Berikutnya adalah shalat sunnah sebelum subuh.....

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ุฑَูƒْุนَุชَุง ุงู„ْูَุฌْุฑِ ุฎَูŠْุฑٌ ู…ِู†ْ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูˆَู…َุง ูِูŠู‡َุง

“Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”(HR. Muslim725).

Apa yang perlu dikhawatirkan jika anda telah mendapatkan yang lebih baik dari dunia dan seisinya.....?

Kemudian shalat subuh berjama'ah di masjid bagi laki-laki.....

“Barang siapa yang shalat subuh maka dia berada dlm jaminan Allah…”

(HR. Muslim no. 163).

Apa yang anda takutkan jika Allah yang maha memiliki alam semesta ini telah menjamin hari mu?

Kemudian diikuti dzikir di pagi hari.

“Maukah kamu aku tunjukkan  perbuatanmu yang terbaik, paling suci di sisi Raja-mu (Allah), dan paling mengangkat derajatmu; lebih baik bagimu dari infak emas atau perak?” Beliau bersabda: “Dzikir kepada Allah Yang Maha tinggi.” (HR. At-Tirmidzi no. 3377)

Dan apa yang perlu diresahkan jika dengan dzikir pagimu, Allah akan mengangkat derajatmu.....?

Dengan berdzikir maka pagi mu akan menjadi lebih indah dan berseri.....

“…Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi TENANG.” (QS. Ar-Ra’d: 28).

Lalu tutup pagimu dengan sholat dhuha, bersedekah untuk 360 persendianmu, maka Allah akan mencukupimu hingga sore hari :

“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, jangan-lah engkau tinggalkan 4 raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286),

“Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah.” Para sahabat pun mengatakan, “Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasulullah?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lantas mengatakan, “Menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan gangguan dari jalanan.....

Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka’at.” (HR. Ahmad, 5: 354

Betapa tenang dan damainya pagi hari jika kita mulai dengan memelihara hak Allah....

Semoga kita dijadikan hamba Allah yang senantiasa bersyukur dan senantiasa mendahulukan hak-hak Allah......

APA ITU "CINTA"....???


Cinta...
Adalah ‘Ali, ketika dia berbaring tidur menggantikan Rasulullah di kasur nya, padahal dia tahu bahwa sekelompok orang kafir telah berkumpul untuk membunuh Rasulullah, dia juga tahu bahwa dia mungkin saja tewas di kasur yang sama!!
.
Cinta...
Adalah Bilal, ketika dia tidak lagi mengumandangkan adzan setelah wafatnya Rasulullah, lalu atas perintah 'Umar, Bilal mengumandangkan adzan lagi, saat penaklukan Baitul Maqdis.
Tidak pernah tangisan itu terlihat begitu membahana sebelumnya, Pada detik-detik Bilal mengucapkan “Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah”.
.
Cinta...
Adalah Abu Bakar yang mengatakan: “saat kami berhijrah, aku heran dengan munculnya susu yang tercampur air, lalu aku berikan susu tersebut kepada Rasulullah, dan aku katakan: “Minumlah wahai Rasulullah”
Abu Bakar mengatakan: “Maka Rasulullah pun minum sehingga hilanglah dahagaku” (Rasulullah yang minum, Abu Bakar yang hilang dahaganya).
.
Cinta...
Adalah Zubair yang mendengar kabar terbunuhnya Rasulullah, lalu dia pun keluar dengan menyeret pedangnya di jalan-jalan kota Makkah, padahal usianya baru 15 tahun. Agar pedangnya menjadi pedang pertama yang terhunus dalam sejarah Islam.
.
Cinta...
Adalah Rabi’ah bin Ka’b saat Rasulullah bertanya kepadanya “apa yang kamu butuhkan?” Rabi’ah pun menjawab: “aku meminta agar aku bisa mendampingimu di surga”.
.
Cinta...
Adalah Tsauban ketika Rasulullah bertanya kepadanya: “Apa yang membuat warna (wajahmu) berubah?” lalu Tsauban menjawab: “aku tidak sakit dan terluka, hanya saja jika aku tidak melihatmu aku menjadi sangat merindu kesepian sampai aku bertemu denganmu”.
.
Cinta... Adalah ketika Abu Bakar As-Shiddiq berkata kepada Rasulullah sebelum memasuki gua (Tsur): “Demi Allah, janganlah engkau masuk sampai aku masuk terlebih dahulu, jika ada sesuatu di dalam gua ini maka akulah yang terkena duluan, bukan engkau”.
.
Cinta...
Adalah Abu Bakar yang menangisi Rasulullah ketika tampak tanda-tanda kewafatan nya telah dekat, lalu Rasulullah menenangkannya: “Janganlah kamu menangis! Jika saja aku boleh menjadikan seseorang kekasih dari golongan manusia, aku pasti menjadikanmu (Abu Bakar) sebagai kekasihku”

Cinta.. Adalah Saat Rosulullah Menjelang wafat, Namun beliau masih saja memikirkan nasib ummatnya; ummaty, ummaty..

Dan masih banyak lagi cinta yang haqiqi Karena Allah semata.


Penista Agama

๐Ÿ˜›PENTING,JANGAN DIABAIKAN๐Ÿ˜›

"Doa untuk Penista Al Qur'an,mohon di AMIN kan bagi pembaca doa WA ini".

Yaa Alloh! Saat rintik2 hujan membasahi hamparan bumi Mu ini,di hari jum'at yg penuh Barokah sebagai hari diterima segala doa,sungguh kami tersentak kaget dengan tayangan video ini,padahal kami adalah ummat Islam yg paham toleransi & cinta damai,betapa hancurnya hati kami melihat dua wanita berdandan tidak seronoh laksana binatang ini tengah memperagakan kelakuannya menginjak serta melecehkan kitab suci Al Qur'an sebagai Firman Mu,maka kami bermunajat serta berdoa kepada Mu,berilah HIDAYAH kepada kedua wanita ini agar mengakui Islam lalu memeluk agama Islam sebagai agama kebenaran,kalau dirasa sulit untuk mendapatkan Hidayah Mu,maka kami memohon dengan harapan segera nyata agar kedua wanita ini mendapat ADZAB & SIKSA yg pedih tanpa harus menunggu di akhirat tapi langsung di dunia. Yaa Alloh! Engkau maha penerima doa,terimalah doa kami ini.

Mohon SEBARKAN dengan fotonya,makin banyak yg meng AMIN kan,makin cepat diijabah.

Abdurrahman bin Auf

Kalau rejeki itu diukur dari kerja keras..maka kuli bangunanlah yg akan cepat kaya

Jika rejeki itu ditentukan dari waktu kerja maka warung kopi 24 jam lah yg akan lbh mendapatkannya..bahkan mungkin mampu mengalahkah KFC dan Mc. DONALD

Jika rejeki itu  milik orang pintar maka dosen yg bergelar panjang yg akan lbh kaya...

Jika rejeki itu karena jabatan maka presiden dan rajalah orang yg akan menduduki  100 orang terkaya di dunia..

Rejeki itu karena kasih sayang Allah.

" Mengejar rejeki..jangan mengejar jumlahnya.... Tetapi berkahnya "
 ( Ali bin Abi Thalib )

*MESKIPUN LARI, REJEKIMU AKAN TETAP MENGEJARMU*

“Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya (untuk menjalankan perintah Allah) sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.” (HR Ibnu Hibban No. 1084)

Miskin kaya sudah ada yang mengaturnya.

ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN

Jika tiba-tiba kondisi ekonomi "down", saya selalu terhibur mengingat kisah bisnis Abdurrahman bin Auf, tentang investasinya membeli kurma busuk.

Suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata, Abdurrahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya.
Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama.

Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk surga lebih awal.

Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh.

Abdurrahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi  dengan harga kurma bagus.

Semuanya bersyukur..Alhamdulillah..kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdurrahman bin Auf. Sahabat gembira.
Abdurrahman bin Auf r.a pun juga gembira.

Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku.
Abdurrahman bin Auf r.a gembira juga sebab...berharap
jatuh miskin!

Masya Allah....hebat

 _Coba kalau kita? Usaha diuji dikit, udah teriak tak tentu arah._

Abdurrahman bin Auf r.a merasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin.

Namun.. Masya Allah
Rencana Allah Subhanahu wa ta'ala itu memang terbaik..

Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk.

Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang cocok adalah KURMA BUSUK !

Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdurrahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa.

Allahu Akbar....
Orang lain berusaha keras jadi kaya. Sebaliknya, Abdurrahman bin Auf berusaha keras jadi miskin tapi selalu gagal. Benarlah firman Allah:

_"Wahai manusia, di langit ada rezki bagi kalian. Juga semua karunia yang dijanjikan pada kalian " (Qs. Adz Dzariyat, 22 )_

Jadi.. yang banyak memberi rezeki itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk?

 Allah Subhanahu wa ta'ala lah yang Memberi rezki

Semoga kisah ini dapat *menyuntik kembali semangat* dalam diri kita semua,  yang sedang diuji dalam pekerjaan dan usaha kita, UNTUK LEBIH MENGUTAMAKAN URUSAN Kepada Allah dibanding urusan dunia yang sementara ini, aamiin.

Kisah diatas sesuai dengan hadist
Dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu , ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

‎ู…َู†ْ ูƒَุงู†َุชِ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ู‡َู…َّู‡ُ ، ูَุฑَّู‚َ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุฃَู…ْุฑَู‡ُ ، ูˆَุฌَุนَู„َ ูَู‚ْุฑَู‡ُ ุจَูŠْู†َ ุนَูŠْู†َูŠْู‡ِ ِ، ูˆَู„َู…ْ ูŠَุฃْุชِู‡ِ ู…ِู†َ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุฅِู„َّุง ู…َุง ูƒُุชِุจَ ู„َู‡ُ ، ูˆَู…َู†ْ ูƒَุงู†َุชِ ุงู„ْุขุฎِุฑَุฉُ ู†ِูŠَّู€ุชَู‡ُ ، ุฌَู…َุนَ ุงู„ู„ู‡ُ ุฃَู…ْุฑَู‡ُ ، ูˆَุฌَุนَู„َ ุบِู†َุงู‡ُ ูِูŠْ ู‚َู„ْุจِู‡ِ ، ูˆَุฃَุชَุชْู‡ُ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูˆَู‡ِูŠَ ุฑَุงุบِู…َุฉٌ.

Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya.

Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allah akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina. ”

Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya (V/ 183); Ibnu Mรขjah (no. 4105); Imam Ibnu Hibbรขn (no. 72–Mawรขriduzh Zham’รขn); al-Baihaqi (VII/288) dari Sahabat Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu.

Lafazh hadits ini milik Ibnu Majah rahimahullah.

Habib Abdullah Alaydrus

Syamsyi syumus muhyin nufus Qutbil Malak Sultonul Auliya', Sultonul Wujud Sayidina AlHabib Abdullah Al Aydrus Al Akbar.

Nama Lengkap Beliau Adalah Al-Imam Al-Habib Abdullah Alydrus Bin Abu Bakar Assakran Bin Abdurrahman Assegaf (faqih Muqaddam Tsani), Beliau Adalah Orang Pertama Yg Bergelar Alaydrus, Sehingga Tidak Ada Satupun Dari Anak Cucu Rasulullah Di Permukaan Bumi Ini Yg Bermarga “Alaydrus” kecuali Itu Adalah Keturunan Beliau dan silsilahnya / nasabnya bersambung kepada beliau.
Beliau adalah seorang Sayyid dan Syarif (julukan khusus untuk keturunan Nabi Muhammad SAW) Imam para Wali dan orang-orang sholeh (Al-Qutub) beliau dijuluki Abu Muhammad dan bergelar Alydrus. Alaydrus artinya ketua orang-orang Tasawuf. Beliau dilahirkan di Kota Tarim pada tanggal 10 Zulhijjah tahun 811 H.

Beliau adalah panutan yang diakui kapabilitasnya, pemimpin para wali yang disepakati kewaliannya, pembawa bendera orang-orang arif, peletak dasar ilmu orang-orang yang benar, kepala para Sadah Alawiyin, pemegang tali simpulnya dan pemilik kharisma dan keagungannya.
Disebutkan dalam “al Musyri`” : (al Idrus) gelar terhadap pimpinan para wali. Sebagian orang mengatakan : (al Itrus) diambil dari nama singa, Jauhari berkata : (al Itrasah) menempuh jalan kekerasan, ciri dari harimau. Al Allamah Muhammad bin Umar Bahraq berkata : “Bisa saja huruf ta’ dalam kalimat (al aidrus) diganti dengan huruf dal karena berasal dari satu makhraj (tempat keluarnya huruf di mulut), kita ketahui bahwa singa adalah pemuka dari hewan buas, sedangkan al Idrus merupakan pemuka dari para wali di zamannya.

Beliau tumbuh dalam kemulyaan di bawah bimbingan ayahnya Imam Abu Bakar yang bergelar “al Sakran”. Sangat menyayanginya di masa kecil, mengayominya dengan kasih sayang. Kharismanya ia salurkan kepadanya. Sang ayah meninggal ketika beliau berumur 10 tahun. Setelah itu beliau dirawat dan dibimbing oleh pamannya Syekh al Imam al Mighwar al Syekh Umar al Muhdar. Menempatkannya sebagai anak bimbingan kerohaniannya. Senantiasa dalam pantauannya, dibimbing bersama saudaranya yang lain dengan budi pekerti mulya dan amal perbuatan sesuai dengan ajaran al Quran dan Sunnah. Rahasia kebapakan seluruhnya dilimpahkan kepadanya sehingga dirinya mendapat kedamaian, keimanan, keyakinan, dan ihsan. Sedari kecil tumbuh dalam lingkungan ilmu, amal, mempelajari alquran, hadis, bahasa Arab, dan bersungguh-sungguh menekuninya. Dikirim ke beberapa Syekh kala itu untuk mendapatkan berkah yang banyak, menempa diri bersama mereka dan mempelajari ilmu baik yang berhubungan dengan lahir maupun batin. Dari para Syekh yang pernah menjadi gurunya antara lain :

1. Al Faqih Said bin Abdullah Ba Abid
2. Syekh al Allamah Abdullah Ba Marawan
3. Al Alim al Rabbani Syekh Ibrahim Ba Harmaz.
4. Syekh al Allamah Abdullah Ba Qusyair

Beliau mempelajari dan memperdalam kitab Tanbih dan Minhaj, beliau sangat senang membaca kita tersebut.
Beliau mempelajari Tasawuf dan seorang guru Al Imam Syeh Umar Muhdor dan membekali dirinya sebagai seorang syufi (ahli Tasawuf), beliau sangat gemar membaca kitab-kitab karangan Imam Ghozali terutama kitab Ihya Ulumuddin sehingga hampir hafal dan pindah ke batinnya.

Beliau banyak memuji sang pengarangnya, kami diperingatkan beliau segala sesuatu mengenai terjemahan kita Ihya Ulumuddin tersebut.

Shohibur Ratib mempunyai kata-kata hikmah yang sangat tinggi mengenai Tauhid diantaranya beliau mengucapkan “SEANDAINYA SAYA DISURUH UNTUK MENGARANG DENGAN HANYA HURUF ALIF SERATUS JILID PASTI AKAN SAYA LAKUKAN”.

Diantara karangan Beliau adalah Kitab Alkibritul Ahmar dan syarahnya dalam bentuk syair untuk Paman Beliau Al-Habib Syeh Umar Muhdor.

Antara lain kata-kata beliau “BAGI SAYA SAMA SAJA PUJIAN DAN MAKIAN, LAPAR DAN KENYANG, PAKAIAN MEWAH DAN PAKAIAN RENDAH, LIMA RATUS DINAR ATAUPUN DUA DINAR. SEJAK KECIL HATIKU TIDAK PERNAH CONDONG SELAIN KEPADA ALLAH SWT DAN BAGAIMANA HATIKU BISA TENANG APABILA BADAN SAYA BERBALIK KE KANAN SAYA MELIHAT SURGA DAN APABILA BERBALIK KE KIRI SAYA MELIHAT NERAKA”.

Beliau sangat takut kepada ALLAH SWT , dan sangat tawadhu (merendahkan diri). Beliau tidak pernah merasa dirinya lebih baik, dari siapapun makhluk ALLAH bahkan binatang sekalipun.

Beliau senantiasa bersujud ditanah karena merendahkan dirinya di hadapan ALLAH SWT. Dan beliau selalu membawa sendiri keperluannya dari pasar dan tidak mengizinkan orang lain membawanya dan senantiasa beliau duduk ditempat yang rendah dan senantiasa berjalan kaki ketempat-tempat yang jauh dan kerap kali meminum air hujan. Demikianlah beliau memerangi hawa nafsu keduniaan sejah usia 6 (enam) tahun. Al-Habib Abdullah Alaydrus Akbar berpuasa selama dua tahun dengan buka puasa tidak melebihi dari dua butir korma kecuali dimalam-malam tertentu dimana ibunya datang membawa sedikit makanan untuk Beliau memakannya semata-mata untuk menyenangkan hati ibunya.

Gurunya Habib Syeh Umar Muhdor berkata “ Aku mengawinkan putriku Aisyah dengan keponakanku HabibAbdullah Alaydrus Akbar disebabkan Aku mendapatkan isyarat dari sesepuhku (pendahuluku)”

Al-Habib Muhammad bin Hasan Almu’alim Ba’alawi berkata “AL-HABIB ABDULLAH ALAYDRUS AKBAR MENDAPATKAN SESUATU (MAQOM/ WILAYAH) YANG TIDAK DIDAPATI OLEH ORANG LAIN. BAIK SEBELUM MAUPUN SESUDAHNYA”.

Al-Habib Abdullah Alaydrus Akbar telah mendapat pujian dari orang besar, para wali dan para guru, antara lain : kakeknya sendiri Al Imam Abdurrahman bin Muhammad Assegaf, ayahnya Al-Habib Abubakar Assakran, Syeh Saad bin Ali Al Majhaj, dan juga Syeh Abdullah bin Tohir Al Douanidan, pemuka sufi wanita Al Zubaidiah, Syeh Ahmad bin Muhammad Al-Jabaruti, Syeh Umar bin Said Bajabir. Syeh Husain Al Ghorib, Syeh Ma’aruf bin Muhammad Ba’Abbad, Syeh Muhammad Baharmuz, Syeh Abdurrahman Al Khotib pengarang kitab Al Jauhar, tidak menyebutkan seorangpun (dalam kitabnya) dari yang hidup selain Beliau Al-Habib Imam Abdullah Alaydrus Akbar (Shohibur Ratib).

Beberapa pengarang kitab yang bermutu memuji dan meriwayatkan Beliau diantaranya Al Yafii dalam Kitab Uqbal Barahim Al Musyaraqah, muridnya Al Imam Al Habib Unmar Bin Abdurrahman Ba Alawi dalam kitabnya Al Hamrah dan Syech Abdillah Bin Abdurrahman Bawazier, daalm kitab Al Tuhfa, mereka mengytraknab Mankib (Riwayat Singkat), kewalian dan kramat-kramat yang sebagaian terjadi sebelum dan sesudah Beliau dilahirkan.

Sebagaian para wali mimpi berteme Nabi Muhammad SAW, yang memuji Al Habib Al-Imama Abdullah Alaydrus AQkbar dengan sabdanya “INI ANAKKU, INI AHLI WARISKU, INI DARAHKU DAGINGKU, ORANG-ORANG BESAR AKN MEMPELAJARI ILMU THAREQAT DARINYA”.

Diantara yang mengambil dan belajar thareqat dari Habib Abdullah Alydrus Akabar antara lian saudaranya vsendiri Habib Ali Bin Abi Bakr Syakran, Habib Umar Ba’alawi, (pengarang kitab Alhamrah) dan pengarang kitab Faturrohim Al Rahman, Syech Abdullah Bin Abdul Rahaman Bawazier Al Alamah, Syech Abdullah Bin Ahmad Baksir Al Makki, dan ringkasnya kebaikan dan akhlak Beliau tidak terlukiskan, sedangkan ilmu dan karomahnya laksana lautan.

Al Habib Imam Abdullah Alaydrus Bin Abi Bakar Alaydrus (Shohibur Raatib) wafat pada hari Ahad sebelum waktu Zhuhur tanggal 12 Romahdon 865 H. dalam perjalanan dakwahnya dikota Syichir tepatnya didaerag Abul. Dimakamkan dikota Tarim dan dinagun Kubah diatas pusaranya, Beliau wafat dalam usia 54 tahun.

Belai meninggalkan delapn anak, empat putera dan empat puteri. Putranya : Abubakar Al Adni, Alwi, Syech, Husain.

Putrinya : Roqgayah, Khodijah, Umul Kultsum, Bahiya.

Ibu Beliau adalh yang bernama Mariam dari seorang yang Zuhud / Shaleh bernmama Syech Ahmad Bin Muhammad Barusyaid.

Al Habib Muhammad Bin Hasan Al Mualim bberkata “ SAYA MENDENGAR BISIKAN YANG MENGATAKAN “ BILA KAMU INGIN MELIHAT SEORANG AHLI SORGA, MAKA LIHATLAH MUHAMMAD BARUSSYAID”!! (DIRIWAYATKAN OLEH AL IMAM Al – HABIB MUHAMMAD BIN ALI MAULA AIDIED)”.

Sewaktu Al Habib Imam Abdurrahman Bin Muhammad Assegaf wafat usia Al Habib Abdullah Alaydrus Akbar 8,5 tahun. Dan pada waktu Ayahnya Belai wafat (Abu Bakar Syakran) dan umur Beliau berusia 11 tahun setelah Ayahnya wafat Beliau tinggal dan dididik oleh Pamannya Syech Al Habib Umar Muhdar yang kemudian menikahkannya dengan puterinya Aisyah, pada saat Al Habib Umar Muhdar Bin Abdulrahman Assegaf wafat Al Habib Abdullah Alaydrus Akbar kurang lebih berumur 23 tahun.

Dan ucapan Shohibur Raatib kepada murid-muridnya :

BARANG SIAPA YANG MASUK DALM PENDENGARAN YANG SIA-SIA, MKA IA TELAH BERADA DALM KERUGIAN YANG BESAR.

NASEHAT-NASEHAT BELIAU YANG TERTUANG DALAM KITAB ALKIBRATUL AHMAR:
Peraslah jasadmu dengan mujahadah (memerangi hawa nafsu dunia) sehingga keluar minyak kemurnian.

Barangsiapa yang menginginkan keridhoan ALLAH hendaklah mendekatkan diri kepada ALLAH SWT, karena keajaiban dan kelembutan dari ALLAH SWT pada saat di akhir malam.

Siapapun dengan kesungguhan hati mendekatkan diri pada ALLAH maka terbukalah khazanah ALLAH

Diantara waktu yang bernilai tinggi merupakan pembuka perbendaharaan Ilahi diantara Zuhur dan Ashar, Maghrib dan Isya dan tengah malam terkakhir sampai ba’da Sholat Shubuh.

Sumber segala kebaikan dan pangkal segala kedudukan dan keberkahan akan dicapai melalui ingat mati, kubur dan bangkai

Keridhoan ALLAH dan RosulNya terletak pada muthalaah (mempelajari dan memperdalam) Al-Qur’an dan Hadits serta kitab-kitab agama Islam.

Meninggalkan dan menjauhi ghibah (menggunjingkan orang) adalah raja atas dirinnya, menjauhi namimah (mengadu domba) adalah ratu dirinya, baik sangka kepada orang lain adalah wilayah dirinya, duduk bercampur dalam majlis zikir adalah keterbukaan hatinya

Kebaikan seluruhnya bersumber sedikit bicara (tidak bicara yang jelek) didalam bertafakur tentang Ilahi dan ciptaaNya terkandung banyak rahasia

Jangang kau abaikan sedekah setiap hari sekalipun sekecil atom, perbanyaklah membaca Al-Qur’an setiap siang dan malam hari.

Ciri-ciri orang yang berbahagia adalah mendapatkan taufik dalam hidupnya banyak ilmu dan amal serta baik perangai tingkah lakunya.

Orang yang berakal ialah orang yang diam (tidak bicara sembarangan)

Orang yang takut kepada ALLAH ialah orang yang banyak sedih (merasa banyak bersalah)

Orang yang roja’ (mengharap ridho ALLAH) ialah orang yang melakukan ibadah

Orang mulia ialah orang yang bersungguh-sungguh dalam kebaikan dalam ridha ALLAH SWT yang didambakan dalam hidupnya

Orang yang bertaubat ialah yang banyak menyesali perbuatannya, menjauhi pendengarannya yang tidak bermanfaat dan mendekatkan diri kepada ALLAH terutama di masa sekarang.

Mujahadah dan Riyadhah

Dari keterangan yang terdapat di beberapa kitab mengenai mujahadahnya sebagai berikut : “Mujadahnya laksana lautan yang tak bertepi, bagaikan bendera perang di tangan prajurit sejati, paman sekaligus pembimbingnya Syekh Umar al Muhdar membimbingnya ke dalam mujahadah semenjak kecil, beliau bertutur : “keponakanku menempuh mujahadah di saat berusia tujuh tahun, berpuasa dan berbuka hanya dengan tujuh korma dan tidak makan selain itu. Selama setahun ia tidak pernah makan kecuali hanya dengan lima mud”.

Mengenai dirinya beliau berkata : “Tatkala tahap permulaanku, aku mengkaji buku-buku kaum sufi dan menguji diriku dengan mujahadah mereka, senantiasa berlapar, dan meninggalkan tidur dari usia 20 tahun".
Beliau senantiasa bersama pamannya Syekh Umar al Muhdar dalam menempuh tahapan ajarannya. Kemudian mengawinkan Imam al Idrus dengan putrinya dan menempatkan dalam posisinya. Syekh Umar al Muhdar berkata : “Aku akan mengawinkan putriku dengannya walau dengan sedikit harta benda, dan tidak akan mengawinkan selain dia walaupun dunia yang melimpah (harta benda) diberikan kepadaku”. Beliau memakaikan kepadanya khirqah tasawuf dan mentahkimnya serta menyatukan auranya dengan sang paman Umar al Muhdar, yang darinya mendapatkan banyak ilmu lahir maupun batin. Pamannya mendudukkannya sebagai pengganti sesuai dengan kamampuannya, melampaui derajat para Syekh yang agung, dan mendapatkan posisi yang sulit untuk di capai, para ulama mengakui akan ketinggian derajatnya dari dahulu hingga sekarang.

Kedudukan Sebagai Pemuka Umat Sepeninggal Pamannya

Disebutkan dalam kitab :”Al Kawakib al Durriyah” : “Sosok – Syekh al Idrus – suka menyepi, karena dengannya dapat sampai kepada Allah SWT. Figur Syekh al Akbar pamannya Syekh Umar al Muhdar seorang Syekh yang memiliki kharisma dan kepribadian yang agung dan pemuka dari Bani Alawi, ketika wafat usia Imam al Aidrus 25 tahun, para Syarif sepakat Imam Muhammad bin Hasan Jamalullail-yang berada di Barughah- untuk menggantikan posisinya akan tetapi beliau menolak, mereka berkata : “Tunjukkanlah pada kami siapa yang berhak kedudukannya diantara kita”. Setelah shalat istikharah, Allah meyakinkan hatinya untuk menjadikan Imam al Aidrus sebagai pengganti, sambil memegang tangannya beliau berkata kepada Imam al Aidrus : “Engkau adalah pemuka dari mereka dan penunjuk bagi setiap syarif dan yang bukan syarif”. Imam al Aidrus menampik karena usianya yang masih belia dan ketidakmampuan dirinya ditambah paman-pamannya yang lain masih ada. Namun mereka terus membujuknya untuk menerima posisi itu, sejak itu, semuanya sepakat untuk memposisikan dirinya sebagai pemimpin dan namanya kesohor ke penjuru dunia, beliau menyibukkan dirinya dengan pengajaran dalam tarikan nafasnya yang sangat berharga.

Posisinya Sebagai Tumpuan Murid dalam Pengajaran dan Penempatan Diri

Imam al Aidrus figur yang mumpuni dalam pengajaran, apabila ia mengajar di bidang tafsir maka ialah yang paling mengusai bidang itu, dalam ilmu hadis ia adalah pemegang rawinya, dalam ilmu fiqh ia adalah tolak ukur pemahamannya, atau selain itu semuanya menyimak pada pelajarannya. Ajaran tasawufnya membuat para hadirin menangis, dalam hal tarekat beliau menyampaikan dengan metode yang menakjubkan dan sistem yang luar biasa, ajaran yang mudah dicerna. Dalam dirinya terkumpul ilmu, amal, hal,obsesi, dan wejangan, sebagaimana dituturkan oleh Syekh Kabir Muhammad bin Ahmad Ba Qusyair :

Setiap hati mengakui akan kewaliannya, dan setiap sanubari penuh dengan rasa cinta kepadanya.
Semua milik Allah, betapa tinggi keutamaannya, betapa banyak limpahan yang diberikan Allah kepada siapa yang berada dalam asuhanNya.
Sungguh ia adalah pemuda beruntung, yang keagungannya tak diragukan lagi, katakanlah sesukamu pada keutamaan yang diperolehnya.

Murid-murid Beliau

Banyak dari tokoh mulya dan para mujtahid yang belajar kepada Imam al Aidrus, antara lain :

1. Saudaranya Syekh Ali bin Abu Bakar
2. Syekh Umar bin Abdurrahman Shahib al Hamra.
3. Syekh Abdullah bin Ahmad Ba Kastir
4. Syekh Ahmad Qasam bin Alwi al Syaibah
5. Syekh Muhammad bin Afif al Hijrani.
6. Putranya Syekh Abu Bakar al Adeny bin Abdullah al Aidrus.
7. Putranya Syekh Husain bin Abdullah al Aidrus.
8. Putranya Syekh Syaikh bin Abdullah al Aidrus.

Disebutkan dalam kitab : “al Kawakib al Durriyah” : “Imam al Arif Billah Muhammad bin Ali Shahib Aidid, dan Tajul Abidin Saad bin Ali, dan Syekh Abdullah bin Abdurrahman Ba Wazir dengan derajat yang di milikinya dan ketinggian kedudukannya senantiasa menemani dan mengikutinya serta mengambil ajarannya, karena mereka menyadari akan ketinggian kedudukan.

Siti Khadijah Wafat

DETIK-DETIK WAFATNYA SITI KHADIJAH, ISTRI TERCINTA RASULULLAH

Siti Khadijah adalah istri pertama Rasulullah. Orang yang pertama kali beriman kepada ALLAH dan kenabian Rasulullah. Orang yang sangat berjasa bagi dakwah Rasulullah dan penyebaran agama Islam.

Siti Khadijah wafat pada hari ke-11 bulan Ramadlan tahun ke-10 kenabian, tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Khadijah wafat dalam usia 65 tahun, saat usia Rasulullah sekitar 50 tahun.

PERMINTAAN TERAKHIR

Diriwayatkan, ketika Khadijah sakit menjelang ajal, Khadijah berkata kepada Rasululllah SAW,

Aku memohon maaf kepadamu, Ya Rasulullah, kalau aku sebagai istrimu belum berbakti kepadamu.

Jauh dari itu ya Khadijah. Engkau telah mendukung dawah Islam sepenuhnya, jawab Rasulullah

Kemudian Khadijah memanggil Fatimah Azzahra dan berbisik,

Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba, yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, aku malu dan takut memintanya sendiri, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa untuk menerima wahyu agar dijadikan kain kafanku.

Mendengar itu Rasulullah berkata,

Wahai Khadijah, ALLAH menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga.

Ummul mukminin, Siti Khadijah pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah. Didekapnya istri Beliau itu dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Beliau dan semua orang yang ada disitu.

KAIN KAFAN DARI ALLAH

Saat itu Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan. Rasulullah menjawab salam Jibril dan kemudian bertanya,

Untuk siapa sajakah kain kafan itu, ya Jibril?

Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasan jawab Jibril. Jibril berhenti berkata dan kemudian menangis.

Rasulullah bertanya, Kenapa, ya Jibril?

Cucumu yang satu, Husain tidak memiliki kafan, dia akan dibantai dan tergeletak tanpa kafan dan tak dimandikan sahut Jibril.

Rasulullah berkata di dekat jasad Khadijah,

Wahai Khadijah istriku sayang, demi ALLAH, aku takkan pernah mendapatkan istri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa. ALLAH maha mengetahui semua amalanmu.

"Semua hartamu kau hibahkan untuk Islam. Kaum muslimin pun ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini juga darimu.

"Namun begitu, mengapa permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban?

Tersedu Rasulullah mengenang istrinya semasa hidup.

Seluruh kekayan Khadijah diserahkan kepada Rasulullah untuk perjuangan agama Islam. Dua per tiga kekayaan Kota Mekkah adalah milik Khadijah. Tetapi ketika Khadijah hendak menjelang wafat, tidak ada kain kafan yang bisa digunakan untuk menutupi jasad Khadijah.

Bahkan pakaian yang digunakan Khadijah ketika itu adalah pakaian yang sudah sangat kumuh dengan 83 tambalan diantaranya dengan kulit kayu.

Rasulullah kemudian berdoa kepada ALLAH.

Ya ALLAH, ya Ilahi Rabbi, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku, yang selalu membantuku dalam menegakkan Islam. Mempercayaiku pada saat orang lain menentangku. Menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku. Menentramkanku pada saat orang lain membuatku gelisah. Oh Khadijahku sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku. Siapa lagi yang akan membantuku?

Tiba-tiba Ali berkata, Aku, Ya Rasulullah!

PENGORBANAN SITI KHADIJAH SEMASA HIDUP

Dikisahkan, suatu hari ketika Rasulullah pulang dari berdakwah, Beliau masuk ke dalam rumah. Khadijah menyambut, dan hendak berdiri di depan pintu. Ketika Khadijah hendak berdiri, Rasulullah bersabda,

Wahai Khadijah tetaplah kamu ditempatmu.

Ketika itu Khadijah sedang menyusui Fatimah yang masih bayi.

Saat itu seluruh kekayaan mereka telah habis. Seringkali makananpun tak punya. Sehingga ketika Fatimah menyusu, bukan air susu yang keluar akan tetapi darah. Darahlah yang masuk dalam mulut Fatimah r.a.

Kemudian Beliau mengambil Fatimah dari gendongan istrinya lalu diletakkan di tempat tidur. Rasulullah yang lelah seusai pulang berdakwah dan menghadapi segala caci maki dan fitnah manusia itu lalu berbaring di pangkuan Khadijah.

Rasulullah tertidur. Ketika itulah Khadijah membelai kepala Rasulullah dengan penuh kelembutan dan rasa sayang. Tak terasa air mata Khadijah menetes di pipi Rasulullah. Beliau pun terjaga.

Wahai Khadijah Mengapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku, Muhammad? tanya Rasulullah dengan lembut.

Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina orang. Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekayaanmu habis. Adakah engkau menyesal wahai Khadijah bersuamikan aku, Muhammad?" lanjut Rasulullah tak kuasa melihat istrinya menangis.

Wahai suamiku. Wahai Nabi ALLAH. Bukan itu yang kutangiskan." jawab Khadijah.

"Dahulu aku memiliki kemuliaan. Kemuliaan itu telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku adalah bangsawan. Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan. Seluruh kekayaan itupun telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya.

"Wahai Rasulullah. Sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah. Sekiranya nanti aku mati sedangkan perjuanganmu ini belum selesai, sekiranya engkau hendak menyebrangi sebuah lautan, sekiranya engkau hendak menyebarangi sungai namun engkau tidak memperoleh rakit pun atau pun jembatan.

"Maka galilah lubang kuburku, ambilah tulang belulangku. Jadikanlah sebagai jembatan untuk engkau menyebrangi sungai itu supaya engkau bisa berjumpa dengan manusia dan melanjutkan dakwahmu.

"Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah. Ingatkan mereka kepada yang hak. Ajak mereka kepada Islam, wahai Rasulullah.

Karena itu, peristiwa wafatnya Siti Khadijah sangat menusuk jiwa Rasulullah. Alangkah sedih dan pedihnya perasaan Rasulullah ketika itu karena dua orang yang dicintainya yaitu istrinya Siti Khadijah dan pamannya Abu Thalib telah wafat.

Tahun itu disebut sebagai Aamul Huzni (tahun kesedihan) dalam kehidupan Rasulullah.

Dialog antara Rasulullah & Iblis


Rasulullah bertanya :
"Apa yg kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku hendak Sholat ?"

Iblis menjawab :
"Aku merasa Panas dingin dan Gementar"

Rasulullah : “Kenapa ?”

Iblis :
"Sebab setiap seorang hamba berSujud 1X kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 Derajat”

Rasulullah :
“Jika seorang umatku berpuasa ?”

Iblis :
“Tubuhku terasa terikat hingga dia berbuka”

Rasulullah :  “Jika ia berhaji ?”

Iblis :
“Aku seperti orang Gila”

Rasulullah :
“Jika ia membaca Al-Quran ?”

Iblis :
 “Aku merasa meleleh laksana air timah di atas Api”

Rasulullah :
“Jika ia bersedekah ?”

Iblis :
“Itu sama saja org tersebut membelah tubuhku dgn gergaji”

Rasulullah :
“Mengapa bisa begitu ?“

Iblis:
”Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya, yaitu :

1. Keberkahan dlm hartanya,
2. Hidupnya disukai,
3. Sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dgn api neraka,
4. Terhindar dari segala macam musibah akan terjauh darinya,

Rasulullah :
“Apa yg dapat mematahkan pinggangmu ?"

Iblis :
“Suara kuda perang di jalan Allah”

Rasulullah :
“Apa yg dapat melelehkan tubuhmu ?”

Iblis :
“Taubat org yg bertaubat”

Rasulullah :
Apa yg dpt membakar hatimu?”

Iblis :
“Istighfar di waktu siang & malam”

Rasulullah :
“Apa yg dpt mencoreng wajahmu ?”

Iblis :
 “Sedekah yang diam-diam”

Rasulullah :
“Apa yg dpt menusuk matamu ?”

Iblis :
“Sholat fajar”

Rasulullah :
“Apa yg dpt memukul kepalamu ?”

Iblis :
“Sholat berjamaah”

Rasulullah :
“Apa yg paling mengganggumu ?”

Iblis :
“Majlis para ulama”

Rasulullah :
“Bagaimana cara makanmu ?”

Iblis :
“Dengan Tangan kiri dan jariku”

Rasulullah:
 “Dimanakah kau menaungi anak2mu di musim panas ?”

Iblis :
“Dibawah kuku Manusia”

Rasulullah :
“Siapa temanmu wahai iblis ?”

Iblis :
“Pezina”

Rasulullah :
“Siapa teman tidurmu ?”

Iblis :
“Pemabuk”

Rasulullah :
“Siapa tamumu ?”

Iblis :
“Pencuri”

Rasulullah :
“Siapa utusanmu ?”

Iblis :
“Tukang Sihir (Dukun)”

Rasulullah :
“Apa yg membuatmu Gembira ?”

Iblis :
“Bersumpah untuk cerai”

Rasulullah :
“Siapa kekasihmu ?”

Iblis :
“Org yg meninggalkan Sholat Jumat”

Rasulullah :
“Siapa Manusia yg paling
membahagiakanmu ?"

Iblis :
“Org yg meninggalkan sholat dengan sengaja"

Jumat, 12 Januari 2018

MENUJU MASA TUA


*1. Sisa umur ini pendek,*
"selagi selera.....makanlah"
"selagi layak........pakailah"
"Selagi manfaat......belilah"
"Selagi bisa........berbagilah"
"Berbuat baik ..... lakukanlah"
*Nikmati hidup apa adanya.*

*2.* Dulu kita berusaha, untuk memiliki. Kini saatnya untuk melepas, harta, tahta, anak, istri semua akan kembali kepada-NYA. *Bahagia terletak pada keikhlasan.*

*3.* Sehari berlalu, umur berkurang, berbuat baiklah karena *kita tidak tahu kapan akan dipanggil.*

*4.* Hidup ini sangat singkat dalam sekejap kita mulai tua dan *pasti berkunjung ke pusara..*

*5.* Jangan tengok ke atas akan selalu berasa kurang, tengok ke bawahlah bisa merasa cukup dan syukuri apa adanya pasti bahagia. Untuk itu *Bersyukurlah..*

*6.* Yang terbaik adalah berbuat  baik, membantu orang lain, *Jangan  menyakiti, melatih diri dgn berbaik sangka , agar sehat lahir batin.*

*7.* Kasih orang tua tidak ada batas. Sadarlah, bila anak sakit, orang tua bagai teriris, bila orang tua sakit anak cuma tengok dan bertanya.
Anak-anak memakai uang orang tua seperti keharusan, tetapi orang tua memakai uang anak pasti sering terjadi rikuh/canggung. *Cukupilah diri sendiri jangan berharap pemberian anak.*

*8.* Rumah orang tua adalah rumah anak, tetapi rumah anak bukanlah rumah orang tua. *Sadarilah.*

*9.* Orang tua selalu mendoakan anak, tapi anak jarang  mendoakan orang tua. Maka *bekali masa hidup kita dengan amal atau karma baik yang banyak, jangan bergantung hanya pada doa anak.*

*10.* Kebaikan dan keburukan sebagai ujian dan tdk akan berakhir sampai kita mati. *Sikapi dengan rasa syukur dan penuh kesabaran.*                                                                                                                                                                               

Kalau anak-anak
sudah berkeluarga dan meninggalkan kita, giliran kita untuk kembali memikirkan diri kita sendiri . . .

*Renungan menjelang tua . . .*

*Bila kita tua* ...
Luangkan waktu bersama pasangan anda karena salah seorang dari pada kita akan pergi lebih dahulu dan yang masih hidup hanya mampu menyimpan kenangan yang indah.

*Bila kita tua* ...
Akan tiba masanya mau berjalan ke pintu saja susah, sementara masih berkemampuan, jalan2 lah kebeberapa banyak tempat untuk mengingat
kan kita tentang kebesaran Allah, utk mengagumi keindahan ciptaan NYA.

*Bila kita tua* ...
Jangan susahkan  diri *memikirkan anak2 secara berlebihan*.
Mereka akan mampu berusaha sendiri.
Cuma tentukan hutang anda Lunas sebelum meninggal dunia supaya mereka tidak menanggung beban yang anda tinggalkan.

*Bila kita tua* ...
Luangkan waktu  bersama rekan2 lama karena peluang untuk bersama itu akan berkurang dari waktu ke waktu.

*Bila kita tua* ...
Terimalah penyakit apa adanya.  Karena Semua sama,  kaya atau miskin akan melalui proses yang sama, yaitu: lahir bayi, kanak2, dewasa, tua, sakit & mati

*Kata2 nasihat* ...
"Cari kawan yang seperti cermin, kita gembira dia gembira, kita sedih dia ikut sedih.

Selamat menikmati Masa Tua dengan Bahagia

Senin, 08 Januari 2018

Ahad ganti dengan Minggu

Kronologis kata "AHAD" diganti "MINGGU"

(By akhina fillah b s Ustadz Moh. Toha)
~~~~~~~~~~

Alkisah; Sebelum Tahun 1960, tak pernah dijumpai nama hari yg bertuliskan "MINGGU" selalu tertulis hari "AHAD".

Begitu juga penanggalan di kalender tempo dulu,

 masyarakat Indonesia tidak mengenal sebutan "Minggu".
Kita semua sepakat bahwa kalender atau penanggalan di Indonesia telah terbiasa dan terbudaya utk menyebut hari "AHAD" di dalam setiap pekan (7 hari) dan telah berlaku sejak periode yg cukup lama.

- Bahkan telah menjadi ketetapan di dalam Bahasa Indonesia.

- Lalu mengapa kini sebutan hari Ahad berubah menjadi hari Minggu?

- Kelompok dan kekuatan siapakah yang mengubahnya?

- Apa dasarnya ?

- Resmikah dan ada kesepakatankah?

Kita ketahui bersama bahwa nama hari yang telah resmi dan kokoh tercantum ke dalam penanggalan Indonesia sejak sebelum zaman penjajahan Belanda dahulu adalah dgn sebutan :

1. "Ahad" (al-Ahad = hari kesatu),

2. "Senin" (al-Itsnayn=hari kedua),

3. "Selasa" (al-Tsalaatsa' = hari ketiga)

4. "Rabu" (al-Arba'aa = hari keempat),

5. "Kamis" (al-Khamsatun = hari kelima),

6. "Jum'at" (al-Jumu'ah = hari keenam = hari berkumpul/berjamaah),

7. "Sabtu" (as-Sabat=hari ketujuh).

Nama hari tersebut sudah menjadi kebiasaan dan terpola di dalam semua kerajaan di Indonesia.

- Semua ini adalah karena jasa positif interaksi budaya secara elegan dan damai serta besarnya pengaruh masuknya agama Islam ke Indonesia yang membawa penanggalan Arab.

Sedangkan kata "MINGGU" diambil dari bahasa Portugis, "Domingo" (dari bahasa Latin Dies Dominicus yang berarti "Dia Do Senhor", atau "HARI TUHAN KITA").

=> Dalam bahasa Melayu yang lebih awal, kata ini dieja sebagai "Dominggu" dan baru sekitar akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, kata ini dieja sebagai "Minggu".

Jadi, kita pasti paham siapa yang dimaksud "TUHAN KITA", bagi yg beribadah di hari minggu.

Bagaimana ini bisa terjadi?

- Ada yang mengatakan dengan dana yang cukup besar dari luar Indonesia, dibuat membiayai monopoli pencetakan kalendar selama bertahun-tahun di Indonesia.

- Percetakan dibayar agar menihilkan (0) kata "AHAD" diganti dengan "MINGGU".

- Setetah kalender jadi, lalu dibagikan secara gratis atau dijual obral (sangat murah).
Dampaknya adalah:

- Masyarakat Indonesia secara tak sadar, akhirnya kata *Ahad* telah terganti menjadi *Minggu* di dalam penanggalan Indonesia.

Pentingkah?
Jawabannya :

"SANGAT PENTING" untuk upaya mengembalikan kata "Ahad" .

Bagi umat Islam adalah penting, karena :

- Kata "Ahad" mengingatkan kepada nama "Allah ุนุฒูˆุฌู„ " yg Maha "Ahad" sama dengan "MahaTunggal"/ "Maha Satu" / "Maha Esa".

- "Allah" tidak beranak dan tidak diperanakkan

- Kata "Ahad" dalam Islam adalah sebagai bagian sifat "Allah ุนุฒูˆุฌู„ " yang penting dan mengandung makna utuh melambangkan "ke-Maha-Esa-an Allah ุนุฒูˆุฌู„ ".

Oleh karena itu :

- Mari kita ganti "MINGGU" menjadi "AHAD".

- Apabila dalam 7 (tujuh) hari biasa disebut "SEMINGGU", yang tepat adalah disebut dengan "SEPEKAN", dan bukan "minggu depan", tapi "pekan depan".

Semoga hari ini penuh berkah buat kita dan keluarga.

Amin Ya Robbal 'Alamin.

Share ke teman sebanyak-banyaknya,
Mari mulai sekarang kembalikanlah hari AHAD.

Rabu, 03 Januari 2018

Amalan Hajat

AMALAN AGAR DIKABULKAN HAJAT DAN DISEMPURNAKAN URUSANNYA

Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi berkata: "Jika seseorang memiliki hajat atau urusan penting, maka setelah shalat Isya' disaat sendirian, hendaknya ia membaca:

ุงู„ุฐูŠู† ู‚ุงู„ ู„ู‡ู… ุงู„ู†ุงุณ ุฅู† ุงู„ู†ุงุณ ู‚ุฏุฌู…ุนูˆุง ู„ูƒู… ูุงุฎุดูˆุงู‡ู… ูุฒุงุฏู‡ู… ุฅูŠู…ุงู†ุงูˆู‚ุงู„ูˆุง "ุญุณุจู†ุงุงู„ู„ู‡ ูˆู†ุนู… ุงู„ูˆูƒูŠู„"، ูุงู†ู‚ู„ุจูˆุง ุจู†ุนู…ุฉู…ู† ุงู„ู„ู‡ ูˆูุถู„ ู„ู… ูŠู…ุณุณู‡ู… ุณูˆุก ูˆุงุชุจุนูˆุง ุฑุถูˆุงู† ุงู„ู„ู‡، ูˆุงู„ู„ู‡ ุฐูˆูุถู„ ุนุธูŠู….

Alladziina qoola lahumun-naasu innan-naasa qod jama'uulakum fakh-syawhum fazaadahum iimaanan, wa qooluu hasbunallah wa ni'mal wakil, fan-qolabuu bi ni'matim-minallaahi wa 7 yam-sas-hum suu-uw wataba'uu ridh-waanallaahi wallaahu dzuu fadh-lin 'adzhiim. (QS. Ali-Imran [3]7 :173-174)

Kemudian membaca:

"Hasbunallahu wa ni'mal wakil" sebanyak 450 kali, maka Insya Allah hajatnya akan dipenuhi dan urusannya akan sempurna."

ู…ู€ุงุดู€ู€ุงุกุงู„ู„ู€ู€ู€ู€ู€ู‡ ู„ุงู‚ู€ู€ู€ู€ู€ูˆุฉุงู„ุงุจุงุงู„ู„ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู‡
ุตَุฏَู‚َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„ْุนَุธِูŠْู…ُ ูˆَุตَุฏَู‚َ ุฑَุณُูˆْู„ُู‡ُ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ุงู„ูƒَุฑِูŠْู…ُ ูˆَู†َุญْู†ُ ุนَู„ู‰َ ุฐَุงู„ูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ุดّุงู‡ِุฏِูŠْู†َ ูˆَุงู„ุดَّุงูƒِุฑِูŠْู†َ

Manaqib Sayyid Ali Al-Habsyi, Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, Mu'allif Simtuddurror.

Ket photo: Al'arifbillaah Alhabib Umar bin Muhammad bin Hud Al'athas bersama Al'arifbillaah Alhabib Muhammad Anis bin Alwi bin Ali Alhabsyi solo