NASH HADIST
Kemulian Ahli bait/dzuriat Rasulullah SAW (Shallallahu alaihi wa sallam)
Zaman sekarang, sudah banyak orang membenci bahkan berani mencela dan memfitnah Habaib atau Syarifah (keturunan Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wa sallam).
Yang saya ingin tanyakan: Bagaimana hukum orang tersebut? Dan sebutkan literature para ulama dalam menjelaskan keutamaan dan kemuliaan keluarga serta keturunan Rasulullah shallallahu alaihi wa ala alihi wa sallam?
Jawaban:
Keutamaan dan kemuliaan Ahlu Bait (Keluarga Rasulullah) tidak dapat dipungkiri, Allah Taala yang langsung memuliakan keluarga dan keturunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:
إِنَّمَا يُرِيدُ الَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
Artinya: “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (al-Ahzab ayat 33)
Allah Taala menyebutkan keagungan keluarga dan keturunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan memerintahkan kita untuk mencintai mereka:
قُلْ لاَ أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلاَّ المَوَدَّةَ فِيْ القُرْبَى وَ مَنْ يَقْتَرِفْ حَسَنَةً نَزِدْ لَهُ فِيْها حُسْنًا، إنَّ اللهَ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ.
Artinya: “Katakanlah Ya Muhammad Rasulullah: “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upah pun atas seruanku kecuali kasih sayang kepada Al Qurba”.Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun Maha Mensyukuri.” (Asy Syura ayat; 23)
رَحْمَتُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ ۚإِنَّهُ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Artinya: “Rahmat Allah dan keberkahan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlul bait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah." (hud ayat 73).
Para elite ahli hadis banyak meriwayatkan hadis-hadis shahih dan para pembenci keluarga Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak mengerti banyak tentang hadis, sehingga menyangka tidak ada dalil yang shahih terkait kemuliaan keluarga Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Bila mereka mengkaji hadis secara komprehensip, mereka akan inshaf dan meralat pendapat mereka serta meyakini bahwa aqidah yang shahih adalah yang mengajarkan kita untuk mencintai dan memuliakan keluarga Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
Di antara hadis-hadis tersebut, sebagai berikut:
Imam al-Bukhariy meriwayatkan:
اخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا خَالِدٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ وَاقِدٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي يُحَدِّثُ عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ قَالَ ارْقُبُوا مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَهْلِ بَيْتِهِ
Artinya: “Telah bercerita kepadaku 'Abdullah bin 'Abdul Wahhab telah bercerita kepada kami Khalid telah bercerita kepada kami Syu'bah dari Waqid berkata; aku mendengar bapakku bercerita dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma tentang Abu Bakr radliallahu 'anhum yang berkata; "Peliharalah hubungan dengan Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dengan cara menjaga hubungan dengan ahli bait beliau". (Shahih al-Bukhariy hadis no: 3713).
Imam at-Tirmidziy mengabarkan:
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْمُنْذِرِ الكُوفِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، عَنْ عَطِيَّةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، وَالأَعْمَشُ، عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالاَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنِّي تَارِكٌ فِيكُمْ مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوا بَعْدِي أَحَدُهُمَا أَعْظَمُ مِنَ الآخَرِ: كِتَابُ اللهِ حَبْلٌ مَمْدُودٌ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الأَرْضِ. وَعِتْرَتِي أَهْلُ بَيْتِي، وَلَنْ يَتَفَرَّقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَيَّ الحَوْضَ فَانْظُرُوا كَيْفَ تَخْلُفُونِي فِيهِمَا.
Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Ali bin Al Mundzir Al Kufi telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudhail telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari 'Athiyah dari Abu Sa'id Al A'masy dari Habib bin Abu Tsabit dari Zaid bin Arqam radliallahu 'anhuma keduanya berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya aku telah meninggalkan untuk kalian sesuatu yang sekiranya kalian berpegang teguh kepadanya, niscaya kalian tidak akan tersesat sepeninggalku, salah satu dari keduanya itu lebih agung dari yang lain, yaitu; kitabullah adalah tali yang Allah bentangkan dari langit ke bumi, dan keturunanku dari ahli baitku, dan keduanya tidak akan berpisah hingga keduanya datang menemuiku di telaga, oleh karena itu perhatikanlah, apa yang kalian perbuat terhadap keduanya sesudahku." (sunan at-Tirmidzi hadis no: 3788).
Imam Ibn Hibban meriwayatkan:
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَا يُبْغِضُنَا أَهْلَ الْبَيْتِ رَجُلٌ إِلَّا أَدْخَلَهُ الله النار"
Artinya: Dari Abu said al-Khudriy berkata: Rasulullah bersabda: Demi yang jiwaku berada digenggamanNya tidak ada yang membenci kami atas nama keluarga Rasulullah melainkan seseorang yang Allah Taala masukan dirinya ke neraka. (Shahih Ibn Hibban hadis no: 6978).
Imam at-Thabaraniy, Imam al-Hakim dan Imam al-Baihaqiy meriwayatkan:
كُلُّ سَبَبٍ وَنَسَبٍ مُنْقطعٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلا سَبَبِي وَنَسبِي
Artinya: Setiap hubungan sebab dan nasab (keturunan) akan terputus pada hari kiamat kecuali hubungan dan nasabku. (riwayat Imam at-Thabarani dalam kitab Mu’jam al-Kabir, Imam al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak dan al-Baihaqiy dalam kitab Syuab al-Iman).
Imam Dhiyauddin al-Maqdisi meriwayatkan:
أَحِبُّوا اللَّهَ لِمَا يَغْذُوكُمْ مِنْ نِعَمِهِ وَأَحِبُّونِي بِحُبِّ اللَّهِ وَأَحِبُّوا أَهْلَ بَيْتِي بِحُبِّي
Artinya: “Cintailah Allah karena nikmat yang diberikan kepada kalian cintailah aku karena kecintaan (kalian) kepada Allah, dan cintailah Ahlul Baitku karena kecintaan (kalian) kepadaku.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda, “Segala sesuatu ada asasnya, dan asas islam adalah mencintai Rasulullah dan ahli baitnya.” (al-Ahadis al-Mukhtarah karya Imam Dhiyauddin al-Maqdisiy hadis no: 383).
Imam al-Hakim an-Saburiy meriwayatkan:
فَلَوْ أَنَّ رَجُلًا صَفَنَ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ فَصَلَّى، وَصَامَ ثُمَّ لَقِيَ اللَّهَ وَهُوَ مُبْغِضٌ لِأَهْلِ بَيْتِ مُحَمَّدٍ دَخَلَ النَّارَ
Artinya: “Seandainya seorang beribadah diantara rukun dan maqam (di depan Ka’bah) kemudian dia bertemu Allah Subhanahu Wata’ala dalam keadaan dia benci pada keluarga Muhammad, niscaya dia akan masuk neraka.” (al-Mustadrak Imam al-Hakim hadis no: 4712).
Imam Abdurrahman Bin Muhammad al-Masyhur Ba’alawiy dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin berfatwa:
من سبّ أحداً من أهل البيت النبوي بنحو يا بانصت فسق واستحق التعزير الشديد، بل إن أراد بذلك سبّ جميع قبيلته الشامل لجميع بني هاشم كفر وقتل بكفره ، فإن رجع للإسلام تحتم تعزيره، بل قال أبو حنيفة وأحمد: يتحتم قتله مطلقاً وإن تاب، وذلك لأنه سبّ النبي واجترأ على منصبه الشريف وهو كفر بالإجماع.
Artinya: Siapa saja yang menghina salah satu keluarga Rasulullah shallallahu alaihi wa ala alihi wa sallam dengan menyebutnya Wahai habib bangsat, maka orang tersebut fasiq dan pantas diberikan Ta’zir (hukuman) yang berat (diusir ke tempat jauh atau dipenjara dan hukuman berat lainnya). Jika hinaan tadi dimaksudkan untuk menghina seluruh keturunan beliau meliputi seada-adanya Bani Hasyim, maka orang itu kafir dan wajib dieksekusi mati (bila di negeri tersebut memakai hukum Islam). Sekalipun orang itu bertaubat, maka ta’zir (hukuman) tetap dijalankan. Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad berpendapat: “orang seperti itu hukumannya dieksekusi mati, sekalipun ia sudah bertaubat pasalnya orang tersebut telah menghina Nabi dan berani mengoyak keagungan beliau dan itu suatu bentuk kekufuran menurut konsensus ulama.”
Kesimpulan keterangan dalil-dalil di atas adalah mencintai Ahlul Bait adalah kewajiban setiap Muslim. Ciri Ahlus Sunnah adalah memuliakan dan mencintai keturunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Dalam kitab-kitab para ulama Ahlus sunnah sangat ditekankan untuk mencintai keluarga dan para shahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Imam Abdurrahman ad-Diba’iy menyebutkan:
يا رب صل على محمد .:. يا رب وارض عن السلالة
يا رب صل على محمد .:. يا وارض عن الصحابة
Artinya: Ya Allah, berikan shalawat kepada Nabi Muhammad. Berikan keridhaanMu kepada keluarga beliau. Ya Allah, berikan shalawat kepada Nabi Muhammad. Berikan keridhaanMu kepada para sahabat beliau.
Adapun mengenai kitab-kitab yang ditulis oleh para ulama secara khusus membicarakan keagungan pangkat dan kemulian keturunan Rasulullah shallallahu alaihi wa ala alihi wa sallam di antaranya sebagai berikut:
· Khashaish Amiril Mu’minin Aliy Bin Abi Thalib karya Imam an-Nasaiy
· Fadhail Fathimah karya Imam Ibn Syahin
· Fadhail Fathimah karya Imam al-Hakim an-Naisaburiy
· Fadhl Ahlil Bait Wa Huququhum karya Syekh Ibn Taimiyah al-Harraniy
· Ihya al-Mayyit Fi Fadhail Ahli al-Bait karya Imam as-Suyuthiy
· Nurul Abshar Fi Manaqib Ali Bait an-Nabiyyil Mukhtar karya Syekh Abdul Mu’min as-Syabalanjiy
· Is’af ar-Raghibin Fi Sirah al-Musthafa Wa Fadhail Ahli Baitihi at-Thahirin karya Syekh Muhammad Bin Ali as-Shabban.
· Syaraful Muabbad Li Ali Muhammad karya Syekh Yusuf Bin Ismail an-Nabhaniy
· Al-Arbauna al-Kattaniyah Fi Fadhl Ali Bait Khair al-Bariyyah al-Hafizh karya Sayyid Muhammad Bin Ja’far al-Kattaniy
· Al-Anwar al-Bahirah Bi Fadhail Ahli al-Bait an-Nabawiy Wa ad-Dzurriyah at-Thahirah karya al-Hafizh Sayyid Abdullah Bin Abdul Qadir at-Talidiy
Dikutip ulang dari kitab ittihaful amajid bi nafaisil fawaid karya Abu Mun'yah as-Sakunjiy at-Tijaniy jilid 2 halaman 253.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar